Filter By
Updating status
AllOngoingCompleted
Sort By
AllPopularRecommendationRatesUpdated
GADIS YANG TERJAMAH

GADIS YANG TERJAMAH

Aroma parfume pria itu membuat Lyan merasa rileks dari rasa nyeri di perut. Pria tua tadi mengeluarkan timbangan digital lalu meletakkannya di meja. Lyan memperlihatkan lima paket besar dalam tasnya, tapi tidak meletakkannya di mana pun, tapi tas selempangnya masih dikenakannya. Pria tua tadi juga memperlihatkan uang dalam plastik hitam besar. “Boleh dicek?” tanya pria itu lagi.
106.8K viewsOngoingAdded to Library 169 Times as dagu tajam
Read
+Library
Duda Tampan Bertemu Janda Cantik

Duda Tampan Bertemu Janda Cantik

BAB: 22 BAPER Ehemm Dehaman Tante Jessi seakan buat kedua insan yang tengah menatap kekagumannya satu sama lain terkesiap. Sontak Shankar melepaskan genggaman pergelangan tangan Shenna begitupun dengan Shenna yang terlihat salah tingkah dibuatnya tatkala kedatangan Tante Jessi.
859 viewsOngoingAdded to Library 20 Times as dagu tajam
Read
+Library
KAMPUNG HALIMUN

KAMPUNG HALIMUN

Duag Duag Duag Oaaaaaa Oaaaaaa Makhluk berbentuk Bayi besar tersebut muncul dan memaksa masuk ke ruangan Dudung dan Dian berada, bahkan dia mencoba merusak lemari dan meja yang sudah disimpan disana dengan cara mendorongnya. Dan itu membuat Dian yang baru pertama kali melihatnya hanya bisa terdiam sambil memegang ujung kursi dan tidak bisa berbuat apa-apa, karena dia merasakan ketakutan yang mendalam ketika melihat makhluk yang baru dia lihat seperti ini.
9.630.9K viewsCompletedAdded to Library 1.1K Times as dagu tajam
Show Reviews (22)
Read
+Library
pujangga manik
jangan lupa baca karya terbaru saya ya SEHARUSNYA KAU IKUT MATI ekslusif di Goodnovel baca juga karya saya yang lain WARUNG TENGAH MALAM (tamat) KUTUKAN LELUHUR (tamat) KAMPUNG HALIMUN (tamat) support terus ya, Terima kasih
Joy Julia
Sepertinya mending selesaikan Warung Tengah Malam dulu Thor, sudah terlanjur seru, biar bs fokus satu per satu dulu. Kampung Halimun seru jg, tp blm panas. Bakal geregetan kalau disana masih bersambung, disini bersambung
Read All Reviews
Gerbang Neraka: Desa Terakhir

Gerbang Neraka: Desa Terakhir

“Siapa kau? Jawab!” Orang itu mengangkat kedua tangannya perlahan, lalu melepas tudungnya. Seorang pemuda. Usianya tak jauh dari Raka. Wajahnya gelap karena terbakar matahari, namun sorot matanya… menyimpan sesuatu yang tidak biasa tajam, seolah menembus hingga ke lubuk hati siapa pun yang ia pandang. “Namaku Tama.” Suaranya serak, seperti sudah lama tak bicara. “Aku berasal dari Desa Karangwatu.”
101.6K viewsCompletedAdded to Library 47 Times as dagu tajam
Read
+Library
DALAM DEKAPAN WANITA MALAM

DALAM DEKAPAN WANITA MALAM

tanya Damar mem buat pria asing itu menarik langkah dari Keyra, batal menggodanya lebih lama. “Suka pakai jasa dia juga, Bro?” Pria tua itu memegang dagu, mengelus jenggotnya yang putih tipis. Kemudian tanpa ragu memindai tubuh Keyra dari atas hingga bawah, seolah sedang menikmati barang langka dalam sebuah museum. “Brengsek!” Damar menghadiahi pria itu bodem mentah. Pria itu hendak membalasnya, namun, seorang perempuan berlari mendekat ke arah mereka sembari berteriak, “Ayaaah?”
9.914.3K viewsOngoingAdded to Library 370 Times as dagu tajam
Read
+Library
The Story of Jawata: Pusaka Ajaib

The Story of Jawata: Pusaka Ajaib

Taja ingat betul kawasan angker itu. "Minumlah ini," kata Tajura sambil menyodorkan segenggam bonggol putih barusan dipetiknya dari sela-sela batang jamur. Tanpa basa basi lagi, Taja menghisap buah aneh isinya cairan kental. Rasanya sangat mirip madu. Taja sangat menikmati sari manis buah jamur. Berikutnya, Taja memetik sendiri buah jamur sesukanya.
109.6K viewsOngoingAdded to Library 211 Times as dagu tajam
Read
+Library
Mistery of Life : Daffa Albana

Mistery of Life : Daffa Albana

“Di kota yang sama. Kota kelahiran antum... Tanjung Pura.” Daffa melihat sekeliling. Ini bukan kota yang tak diperhatikannya tadi. Hal itu yang ada dibenaknya. Pemandangan di malam hari ini sangat menakjubkan. Banyak gedung tinggi yang berpendar berwarna keemasan seperti gedung tinggi di Dubai. Dia juga melihat jembatan dari emas yang penuh dengan lampu-lampu yang indah. Dirinya juga bisa melihat air sungai yang mengalir dibawah jembatan yang bercahaya seperti perak. Dan dia menoleh ke bawah, mesjid yang sangat megah bertahtakan intan dan berlian dicampur dengan ukiran-ukiran emas di dinding-dindingnya. Sekarang dia berdiri di menara yang berlapiskan emas dan bertahtakan berlian. Tak hanya b
2.7K viewsOngoingAdded to Library 104 Times as dagu tajam
Read
+Library
PREV
1
...
5678910
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status