REUNI
"Nah, gitu dong. Punya wajah cantik jangan di tutupi, mubazir."
Aku memutar bola mata. "Jadi, Tuan. Ada apa tengah malam vicol?"
Tama di sana menggeleng. "Aku cuma pengin liat kamu aja."
Kalimat sederhana yang efeknya luar biasa. Aku sampai salah tingkah sendiri dibuatnya. "Sekarang udah liat, kan?"
Sekarang Tama mengangguk, dia tampak menyelipkan lengan ke bawah kepala. "Ternyata bertemu langsung jauh lebih menyenangkan."
Hot Chapters