Duka Cita
“Tapi, kamunya aja nggak pernah percaya sama aku. Masa’ aku harus belah dada dulu, baru kamu bisa percaya.”
“Hem, coba belah, aku mau lihat.”
“Janganlah,” elak Arya setelah menyuapkan makanan ke mulutnya sendiri. “Nanti kalau aku kenapa-napa, kamunya kangen.”
“Jangan ngomong gitu, ah, nggak enak didenger.”
“Ya, sudah, kita ngomongin masa depan aja kalau begitu.”
Hot Chapters