Kultivator Inti Semesta
Ukiran itu tampak hidup, seperti denyut nadi dari sebuah jiwa kuno.
Di sebelahnya berdiri gerbang kedua. Berwarna hitam kelam, lebih gelap dari malam tanpa bulan. Kabut gelap mengelilinginya, membentuk pusaran perlahan yang tampak menghisap segala cahaya yang mendekat. Dari balik kabut itu, riak-riak energi muncul sesekali, menari seperti ular, dan membawa hawa mengerikan. Di atas gerbang itu, terpahat Gerbang Kematian—dengan kaligrafi merah darah yang tampak seperti diukir dengan kuku dari makhluk yang pernah menjerit sepanjang hidupnya.
Hot Chapters