DESIRE DARK
sindirku, tanpa kata aku membalikan badannya, menjadikan Kinan kini berada kini di jeratanku.
“Mas mau ngapain?” tanyanya panik.
Aku tersenyum devil, itu lah yang kurasakan saat ia mempertemukan Mega dan Mama tadi.
Aku merasa tertantang menjahilinya. “Mau olahraga,” tuturku sembari menyentil hidungnya, Kinan reflek memegang kedua lenganku, saat aku berniat mengambil kacamata miliknya.
“Jangan di lepas, buram tahu, pandangan aku ga jelas kalau ga pakai kacamata,” jelasnya.
Hot Chapters