Pernah terpikir bahwa mencintai itu seperti seni yang butuh latihan? Erich Fromm dalam bukunya 'The Art of Loving' (yang sering aku temukan versi PDF-nya di forum buku digital) bilang, cinta bukan sekadar perasaan pasif, tapi keterampilan aktif. Ia membandingkannya dengan belajar memainkan biola—butuh disiplin, konsentrasi, dan kesabaran. Aku sendiri merasakan ini ketika mencoba memahami pasangan; ternyata 'falling in love' beda dengan 'standing in love'. Fromm menekankan elemen seperti care, responsibility, respect, dan knowledge. Misalnya, merawat tanaman hias di rumah mengajarkanku tentang 'care' dalam cinta: konsisten memberi air, tapi tidak membanjiri.
Yang paling menggugah adalah konsep 'cinta produktif'-nya. Awalnya kupikir ini tentang romansa, ternyata mencakup persahabatan, familial, bahkan self-love. Dari pengalamanku bergaul di komunitas baca, hubungan yang sehat justru tumbuh ketika kita berani 'memberi' tanpa kehilangan diri sendiri. Fromm juga mengingatkan tentang bahaya cinta palsu—seperti hubungan yang dibangun demi status. Setelah baca bukunya, aku mulai mengevaluasi: apakah selama ini aku mencintai, atau sekadar takut kesepian?