Perjanjian Dua Cinta
Nandreanspesantren yatimbokep panti asuhansurat untuk anakku di pesantrenkata-kata basis
Michele, sahabatnya, perempuan berambut pendek yang kini duduk di hadapannya bertanya serius sambil mengaduk-aduk es krim di dalam gelas.
Yang Diana jawab dengan, “Yang kedua, kupikir.”
“Mana ada?” Michele malah tertawa, meledek. “Kamu itu orang tipe pertama. Paling pandai berpura-pura.” Kemudian menyuapkan es krim cokelat ke mulut Diana. “Mau sampai kapan kamu begini terus?”
“Begini, apanya?”
“Jangan sok bodoh deh!” Michele memutar bola matanya, malas. “Kamu harus bisa move on, Di. Lupakan Martin.”
Beliebte Kapitel