Filter By
Updating status
AllOngoingCompleted
Sort By
AllPopularRecommendationRatesUpdated
Tawanan Bilik Panas Tuan Penguasa

Tawanan Bilik Panas Tuan Penguasa

Dan dari retakan itu, cahaya pertama untuk kebebasan bisa menembus masuk. Malam itu, untuk pertama kalinya Araya bermimpi bukan tentang Adrien, melainkan tentang kebebasan. Ia melihat dirinya berlari di jalan yang panjang, angin malam menerpa wajahnya, dan suara rantai patah bergema di belakang. Ia terbangun dengan senyum samar, meski tubuhnya masih dililit ketakutan. Adrien mungkin percaya ia bisa mengurungnya selamanya. Tapi Araya tahu, setiap jerat memiliki simpul. Dan jika ia bisa menemukannya, ia akan membalik permainan.
10718 viewsOngoingAdded to Library 14 Times as from dreams to freedom chapter 124
Read
+Library
Can't I Be Free?

Can't I Be Free?

Makhluk Tuhan Setiap hari adalah luka Setumpuk cercaan menimpa Membentuk serpihan duka Di dalam lautan air mata Aku ingin meronta Tapi tak bisa Semakin aku bergerak Digenggam jemariku sangat kuat Sayup-sayup aku berjalan Berniat untuk melarikan diri Tapi lagi dan lagi Bayangan itu seperti hantu yang mengikuti Tubuhku menahan sakit Berjalan pun bungkuk dan tertatih Tak ada rasa empati Hanya ada deretan gigi bersorak sorai menertawakan diriku ini Aku menelan cerca Dari segala bentuk hinaan Lagi dan lagi tak ada semangkuk iba Yang ada hanya cela Hai teman! Masih ingat dengan koridor itu Tempat itu menjadi saksi Kalian menertawakanku, aku tetap membisu diiringi tangisku
104.4K viewsOngoingAdded to Library 141 Times as from dreams to freedom chapter 124
Read
+Library
GREET'S WILDEST DREAM

GREET'S WILDEST DREAM

Aku yakin setelah malam ini rencana honeymoon mereka berhasil. Semakin aku memikirkan itu, semakin aku tidak kuasa menahan tangisku. Entah hingga pukul berapa akhirnya aku menyerah dan terlelap. Malam itu aku bermimpi buruk, sangat buruk, membuat didalam mimpi pun aku berharap untuk tidak terbangun lagi. ***
1018.6K viewsCompletedAdded to Library 390 Times as from dreams to freedom chapter 124
Read
+Library
LUCID DREAM

LUCID DREAM

Ia butuh waktu untuk berpikir, begitu alasannya saat ditanya. Dan sekarang di sinilah ia berada. Di dalam sebuah bak mandi yang terbuat dari marmer putih nan indah dipandang. Althea menyandarkan tubuhnya. Ia menghela napas. Mimpi semalam masih terbayang dengan sangat jelas. Lewat mimpi itu, Althea jadi sadar jika ia bisa memimpikan orang lain, bukan hanya Helio saja. Sudah begitu, orang yang dimimpikannya adalah orang yang tidak pernah ia duga sama sekali. Bagian kecil di dalam hati Althea merasa sedikit kecewa karena gadis itu tidak memimpikan Helio.
103.9K viewsOngoingAdded to Library 151 Times as from dreams to freedom chapter 124
Read
+Library
PREV
12
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status