Filter dengan
Status pembaruan
SemuaSedang berlangsungSelesai
Sortir dengan
SemuaPopulerRekomendasiRatingDiperbarui
IZINKAN IBU TINGGAL BERSAMAMU NAK

IZINKAN IBU TINGGAL BERSAMAMU NAK

Adakah karma bagi seorang ibu? Utami selalu membeda-bedakan kasih sayang pada anak-anaknya. Nella dan Erwin yang begitu dimanja, semua keinginannya selalu dipenuhi. Namun, tidak dengan Nasrul yang dibenci terlebih setelah dia menikah dengan seorang wanita bernama Arum yang dianggapnya tidak sepadan dengan dirinya. Setelah sang suami meninggal dunia, Utami jatuh miskin, bahkan tidak punya tempat tinggal. Dia datang menemui anak-anak yang dulu disayanginya dengan harapan ingin tinggal bersama, tetapi siapa sangka, Nella dan Erwin yang dulu ia banggakan itu menolak mentah-mentah keinginannya. Di saat kebingungan, dirinya bertemu dengan Nasrul dan Arum. Tangisnya pecah saat merendahkan diri untuk meminta tinggal bersama menantu yang dulu dibencinya itu. Apakah anak dan menantunya itu mau menerima kehadiran Utami di rumahnya?
Romansa
1013.2K DibacaOngoing
Baca
Tambahkan
Jika Hidupmu Tinggal 72 Jam

Jika Hidupmu Tinggal 72 Jam

Hari ketika aku memutuskan untuk mendonorkan tubuhku untuk kajian ilmiah, keluargaku justru berkumpul mengelilingi adik angkatku, Halida, merayakan diterimanya dia dalam sebuah program perawatan eksperimental paling canggih. Seharusnya akulah yang menderita kanker otak. Tapi Halida menggunakan posisi suamiku, Zafran, di rumah sakit untuk menukar catatan medisnya yang sehat dengan diagnosis terminalku, merebut satu-satunya kesempatan yang kupunya untuk bertahan hidup. Dan bagian terburuknya, semua orang bersorak mendukungnya. Rasanya sakit sekali. Aku berusaha tetap kuat, sampai tanpa sengaja mendengar para perawat berbisik, "Bagus sekali Dokter Zafran bisa mengamankan tempat itu untuk Halida. Mereka bilang dia hanya punya tiga hari lagi." Jadi, dalam 72 jam terakhir hidupku, aku perlahan melepaskan segalanya. Ketika aku memberikan naskah asli novel-novelku yang sudah kutuang seluruh hati dan jiwaku kepada Halida, ayah dan saudaraku menatapku dengan senyum puas. Ketika Zafran memutuskan untuk memenuhi permintaan terakhir Halida dengan menikahinya, dia menyerahkan surat cerai padaku. Aku menandatanganinya tanpa ragu sedikit pun. Dia menghela napas dan memuji aku karena akhirnya bisa berpikir begitu rasional. Dan ketika akulah yang membujuk putri kami, Olivia untuk memanggil Halida Ibu, Olivia justru berseri-seri mengatakan bahwa ibu barunya adalah yang terbaik. "Jangan khawatir." Zafran menenangkanku. "Kami hanya menjaganya untuk sementara. Setelah dia tiada, semuanya akan kembali padamu." Aku memberikan pada Halida segalanya yang kupunya, persis seperti yang mereka mau. Lalu kenapa, ketika mereka akhirnya tahu semua ini hanyalah kebohongan kejam Halida, mereka datang padaku sambil menangis, berkata akulah yang mereka inginkan sejak awal?
Baca
Tambahkan
Cukup Sekali Mengucap Selamat Tinggal

Cukup Sekali Mengucap Selamat Tinggal

Suamiku tidak mencintaiku, apalagi anak kami. Saat putra kami lahir, dia bahkan tidak sudi melihat dan langsung melemparkannya ke dalam dekapanku. Kemudian, pujaan hatinya kembali ke negara ini. Pria yang selalu dingin itu, untuk pertama kalinya mabuk berat di rumah, lalu tersenyum menggendong anak kami dalam pelukannya. Putra kami dengan gembira memeluk lehernya, lalu berbisik padaku. "Ibu, paman kenapa?" Aku meraih dirinya ke dalam pelukanku, lalu menjelaskan dengan mata berkaca-kaca. "Orang yang disukai paman sudah kembali, jadi kita nggak boleh mengganggunya lagi. Kita harus pindah."
Baca
Tambahkan
Kenangan Gila di Kereta Api

Kenangan Gila di Kereta Api

Saat liburan Tahun Baru, aku ikut pacarku pulang ke rumahnya untuk bertemu orang tuanya. Di kereta, tepatnya di gerbong tempat tidur, aku ingin mencari sensasi yang berbeda. Setelah lampu dimatikan saat larut malam, aku memanjat ke ranjang pacarku. Tak menunggu reaksinya, aku langsung memeluknya dan menciumnya dengan penuh gairah. Aku merasa dia sedikit berbeda, tapi karena sudah dikuasai nafsu, aku tidak terlalu memedulikannya. Namun setelah beberapa saat, aku sadar ada yang tidak beres. Ukuran ini sama sekali bukan milik pacarku!
Cerita Pendek · Gairah
1.3K DibacaTamat
Baca
Tambahkan
Terjebak Kenangan Kakak si Mantan

Terjebak Kenangan Kakak si Mantan

Nana Nugroho
"Hujan bukan hanya menimbulkan genangan, tetapi juga membangkitkan kenangan". Sayangnya kenangan yang cukup susah dihapus oleh Sakhi, justru kembali disuguhkan saat ia mulai belajar ikhlas. "Nggak masalah sementara jagain jodoh orang, asal kamu yang bawa aku ke pelaminan". Ucapan saat remaja dulu sepertinya akan segera diwujudkan Kama sang pria idaman. Sayangnya, Keenan akan selalu hadir di tengah kisah mereka sebagai mantan terindah Sakhi, sekaligus rival terberat Kama. Kembali ke mantan yang selalu ada saat dibutuhkan, ataukah mengambil kesempatan kedua untuk bersanding dengan sang pujaan? Dijamin baper sama ke-uwuwan dan keabsurdan 3 makhluk ini.
Romansa
102.9K DibacaOngoing
Baca
Tambahkan
Jadi Pelayan saat Tinggal Bersama Ipar

Jadi Pelayan saat Tinggal Bersama Ipar

Ketika Mayra dihadapkan dengan masalah di mana ia harus serumah dengan 2 keluarga suaminya yang semua kebutuhannya minta dilayani, belum lagi suka keluar masuk kamar pribadi seenaknya. Ditambah sikap Romi selaku suamimya yang terlalu cuek, membuat Mayra menyerah. Hingga akhirnya ia membuat pilihan yang sulit di mana Romi harus memilihnya atau keluarganya, jika memang ia masih ingin mempertahankan rumah tangga.
Rumah Tangga
18.1K DibacaTamat
Baca
Tambahkan
Rumah Kenangan: Pengintai di Bawah Tanah

Rumah Kenangan: Pengintai di Bawah Tanah

“Kasus penculikan!” “15 orang menghilang dalam dua hari ini,” “Seorang mahasiswa dinyatakan hilang,” “Harap berhati-hati. Jangan keluar malam hari,” “Bila ingin keluar, disarankan untuk tidak sendiri,” “Polisi masih mencari pelaku,” Itu lah hal-hal yang kudengar dari berita-berita baik di televisi maupun di internet. Aku tidak tahu apa yang terjadi. Selama 2 bulan ini, kejadian-kejadian menyeramkan ini terus terjadi. Belum lagi setiap malam, aku sering mendapatkan mimpi buruk. Mimpi dimana banyak penampakan, berteriak kepadaku. “Hentikan Kelinci Putih Itu!” Apa maksudnya itu? Apakah sosok itu yang menculik orang-orang di Balikpapan? Entah lah, tapi aku akan mencari tahu.
Horor
518 DibacaOngoing
Baca
Tambahkan
Ketika Keponakan Suamiku yang Sok Kaya Tinggal Di Rumah Kami

Ketika Keponakan Suamiku yang Sok Kaya Tinggal Di Rumah Kami

Noeroel Arifin
Aira tidak pernah menduga hal ini! Kebaikan dan pertolongan yang diberikan pada dua keponakan sang suami ternyata malah mendatangkan banyak masalah di kemudian hari. Di rumah, para keponakannya itu berlaku seenaknya dan di luar ... mereka bertingkah SOK KAYA! Namun, uang dari mana yang mereka pakai untuk foya-foya? Mas Alif, suaminya, bahkan ingin mengusir keduanya jika tak dicegah Aira .... Ikuti dan pantau terus bagaimana Aira menghadapi dua keponakannya di sini!
Urban
105.1K DibacaOngoing
Baca
Tambahkan
Ibu, Jangan Tinggalkan Kami

Ibu, Jangan Tinggalkan Kami

Sinar putus sekolah,supaya bisa bekerja demi mencukupi kebutuhan ketiga adiknya. Karena ibunya lebih memilih pergi setelah menikah lagi. Perjuangan yang tidak mudah, penuhi air mata dan kesedihan. Namun, perjalanan yang terjal mengungkapkan jati diri Sinar yang sebenarnya, bahwa dia seorang pewaris.
Lainnya
102.5K DibacaOngoing
Baca
Tambahkan
Anak Kembar yang Kau Tinggalkan

Anak Kembar yang Kau Tinggalkan

"Anak saya baru berusia enam belas tahun, dan dia hamil! Saya minta pertanggungjawaban nak Diaz!"  Seorang lelaki berumur kisaran empat puluh tahun terduduk dengan wajah kusut dan tatapan penuh luka juga kecewa. Karena anak gadisnya yang selama ini dia jaga telah terenggut kesuciannya oleh kakak kelas di sekolahnya. "Anak saya menghamili putri, Anda?" Ibu dari Diaz tersenyum smrik dengan tatapan meremehkan. Dia tidak akan menyangkal, sebelumnya Diaz memang sudah mengakui kesalahannya yang menodai seorang gadis demi taruhan bersama teman-temannya. Ibu Diaz menatap gadis muda yang terduduk dengan kedua tangan gemetar, saling mengait dan bertumpu di paha. wajahnya kusut dengan mata sembab. Penampilannya begitu sederhana, memakai kaus pendek dengan bawahan rok selutut. Rambutnya sebahu yang tergerai semrawut, namun tidak mengurangi aura cantik dan manisnya.  "Baik, kami akan bertanggung jawab!" Ibu Diaz mengambil sebuah amplop dari dalam tas yang sudah dia siapkan.  "Amplop ini berisi uang dengan jumlah yang tidak sedikit. Saya memberikannya secara cuma-cuma, terserah kalian akan gunakan untuk biaya menggugurkan kandungan atau untuk melahirkan anak itu! Yang jelas, Diaz tidak akan menikahi anak Anda!" tegas Ibu Diaz. "A--apa?  Bagaimana mungkin Anda tega melakukan ini? Bagaimana pun benih yang anak saya kandung adalah cucu, Anda!"  "Hey, Orang Miskin! Kamu pikir saya tidak tahu? Kalian menuntut tanggung jawab agar anak saya menikahi dia demi keuntungan kan? Jangan mimpi bisa hidup enak karena menjebak orang kaya untuk menikahi anakmu! Sekarang pergi!" usir wanita itu dengan wajah garang dia bahkan menyuruh seorang satpam untuk menyeret si gadis dan bapaknya keluar rumah.  "Pergi!" titah satpam dengan mendorong mereka sampai terjatuh di pelataran rumah.  "Bapak? Ba--pak, kenapa, Pak?" Gadis itu menangis histeris ketika melihat bapaknya tiba-tiba sesak napas lalu tak sadarkan diri.  "Bapaaak!" 
Romansa
1.2K DibacaTamat
Baca
Tambahkan
Sebelumnya
123456
...
50
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status