Memories
Fazel tiba tiba memegang pundakku.
“… tidak apa-apa. Percayalah pada Mina.” Dia tersenyum kemudian pergi terlebih dulu. Aku sunggu sangat tidak menyukai ini. Aku tidak terima tidak melakukan apa apa seperti ini. Ini membuatku merasa sangat lemah. Meski itu tidak terjadi padaku, tapi aku merasa lebih sakit hati ketika itu terjadi pada teman-temanku. Mungkin terdengar klise, ya, aku paham itu. Tapi aku sungguh sungguh merasakannya. Jauh dari dalam lubuk hatiku. Tetapi tetap saja aku tidak bisa berbuat apa apa. Pada intinya tetap saja, manusia harus berjuang dengan kekuatannya sendiri. Begitu juga aku, atau pun Mina.
Dan dengan begitu juga, Mina mengambil topi yang berada di tanah, dan mengusap
Sikat na Kabanata