GADIS
Aku tetap ngeyel dengan jawaban tidakku, meskipun katanya orang yang hendak mereka jodohkan denganku itu merupakan juragan sapi kaya raya di daerahku.
“Jangan tinggi hati kamu Gadis! Memangnya kamu itu cantik? Kaya raya?” Sergah Ibuku dengan nada tinggi, ketika aku kembali mereka jodohkan, dan kembali pula aku menolak. Kali ini dengan laki-laki anak kepala desa.
“Tapi dia suka mabuk Bu, dia juga terkenal suka main perempuan.” Belaku.
Bab Populer