Labuhan Cinta
Wajah cantik yang sekarang dihiasi guratan kecil, menandakan jika dia sudah mulai menua.
“Iya, Mommy tidak akan menangis.” Shea menghapus air matanya.
“Kakak ....” Ghea turun dari mobil dan memeluk kakaknya. Gadis dua puluh satu tahun itu sangat merindukan kakaknya.
El balas memeluk Ghea. Rindu dengan adiknya yang super iseng. “Ini idemu bukan?” tanyanya mengeratkan pelukan karena gemas.
“Siapa lagi jika bukan aku.” Ghea tertawa puas, mengerjai kakaknya.