Istri Gila Pak Dokter
terlalu cepat.
Di sisi lain, Eira terduduk di lantai. Bahunya bergetar halus, tatapannya kosong menunduk ke lantai keramik. “A- ayah—” bisiknya dengan suara bergetar.
Sementara itu, Ara yang duduk di samping sofa langsung bangkit berdiri dengan wajah merah padam. “Kenapa hukum mati?” serunya dengan nada nyaris menggelegar. “Kenapa tidak penjara seumur hidup saja?” Ia mengepalkan tangan, menatap ke layar seolah bisa menembusnya. “Ini aneh!” suaranya makin tinggi, parau oleh emosi. “Kenapa dia mendapatkan hukum mati? Di negara ini tidak ada hukuman mati untuk koruptor. Kenapa aku malah curiga... saat hukum di negara ini malah berjalan dengan baik?”