เข้าสู่ระบบTamara telah menikah dengan Carlos selama dua tahun. Selama itu, dia bukan hanya seorang istri, tetapi juga seorang pembantu yang selalu melayani suaminya. Dia mengorbankan segalanya, bahkan merendahkan dirinya. Dua tahun cukup untuk mengikis habis cinta terakhir yang tersisa dalam hatinya. Saat cinta pertama Carlos kembali ke negara ini, sebuah perjanjian perceraian mengakhiri segalanya. Sejak itu, mereka tak lagi saling berutang apa pun. "Carlos, tanpa cinta di hatiku, apakah aku masih sudi menoleh ke arahmu?" Carlos menandatangani perjanjian perceraian itu. Dia yakin Tamara mencintainya dengan segenap hati. Jadi, bagaimana mungkin wanita ini benar-benar pergi? Dia menunggu Tamara menyesal, menangis, dan kembali padanya. Namun, yang terjadi justru sebaliknya .... Kali ini, tampaknya Tamara benar-benar tidak mencintainya lagi. Kemudian, kebenaran yang tersembunyi selama ini akhirnya terungkap. Ternyata, selama ini Carlos yang salah paham pada Tamara. Dia panik, menyesal, memohon ampun, meminta kesempatan untuk kembali bersama. Namun, Tamara yang muak dengan semua itu langsung membuat pengumuman mencari suami baru. Carlos terbakar api cemburu. Dia menggila dan hampir kehilangan akal sehat. Dia ingin memperbaiki segalanya dan memulai dari awal, tetapi kali ini dia bahkan tak lagi memenuhi kualifikasi untuk mengejar Tamara.
ดูเพิ่มเติมSaat ini, di dalam kafe.Kopi milik Zoya sudah habis, tetapi sampai sekarang pun dia masih belum menerima pesan dari kakaknya. Dia mencoba menelepon Zayn, tetapi tidak diangkat. Dia mengirim pesan pada ibunya untuk bertanya apakah kakaknya sudah pulang. Namun, ibunya bilang kakaknya belum pulang sejak keluar tadi siang dan mengira kakaknya masih bersama dengannya dan Tamara.Zoya berpikir jangan-jangan apa yang dikatakan Tamara benar, kakaknya memang ada janji siang ini. Namun, apa perlu sampai begitu sibuk? Karena kakaknya tidak bisa dihubungi dan tidak mendapatkan jawaban untuk rasa penasarannya, dia pun hanya bisa menahan dirinya sampai pulang nanti malam.Setelah keluar dari kafe, keduanya sempat jalan-jalan sebentar lagi dan baru pulang ke rumah setelah makan malam. Saat itu, ternyata kakaknya sudah pulang terlebih dahulu, sehingga dia pun mengetuk pintu ruang kerja dan Zayn mengangkat kepala untuk menatapnya."Kenapa tadi siang nggak balas pesanku? Tebakanku benar ya? Aku juga ng
"Ck. Ada orang yang mulutnya beda dengan hatinya. Luarnya kelihatan tegas, tapi kenyataannya diam-diam kasih hadiah," sindir Alex.Zayn terdiam. Dia memang berniat membelikan tas untuk Tamara, tetapi dia masih belum sempat membelinya. Dia menyuruh Zoya yang membelinya dan dia akan menggantikan biayanya. Namun, dia belum sempat mendapatkan perincian pembayaran dari adiknya, yang datang malah kabar tasnya sudah dikirim kepada orangnya.Zayn menggeser tubuhnya sedikit, lalu kembali memeriksa ponselnya. Jika tas itu bukan hadiah darinya, siapa lagi?"Haeh. Kalau kamu yang kasih hadiah, mengaku saja. Kenapa harus sembunyikan dari aku?" kata Alex sambil menatap punggung sahabatnya dan menggelengkan kepala dengan tak berdaya."Bukan aku yang beli, Zoya salah paham," jawab Zayn. Maksud adiknya cukup jelas, ada orang yang diam-diam membelikan tas bermerek pada Tamara dengan alasan hadiah dari undian. Harganya bahkan mencapai puluhan miliar, orang itu jelas memanfaatkan Tamara yang tidak tahu ap
Meskipun Verona yang merencanakan sebagian besar hal itu, luka-luka itu tetap langsung mengenai tubuh Tamara dan Carlos tidak tahu harus bagaimana menebus semua itu. Tas yang diberikan untuk Tamara hari ini juga bukan untuk menebus kesalahan, dia hanya ingin melihat senyuman Tamara meskipun tidak secara langsung.Selama dua tahun pernikahan, Carlos tidak pernah memberikan hadiah pada Tamara. Bahkan satu-satunya hadiah yang ingin diberikannya yaitu kalung mahkota mawar pun ditinggalkan Tamara di rumah. Pada akhirnya, kalung itu malah jatuh ke tangan Verona dan dipamerkan di internet.Saat memikirkan itu, Carlos mengepalkan tangannya dengan erat. Setiap kali mengingat hal tentang Verona, dia merasa makin marah serta muak dan makin sadar dengan sifat asli Verona yaitu serakah, pandai pura-pura, suka pamer, dan pandai memanfaatkan orang. Dia sudah menyuruh orang untuk mengambil kembali semua barang yang pernah diberikannya pada Verona dan membuangnya.Di sisi lain, di lapangan golf.Setela
Zoya berpikir pasti kakaknya yang memberikan tas itu pada Tamara. Dia mendengus dalam hati, ternyata kakaknya bukan tipe orang yang begitu kaku dan masih tahu bermain strategi seperti ini. Zayn pasti mendengar ucapan terakhir Tamara saat di telepon waktu itu atau mungkin Zayn tahu Tamara tidak akan menerima hadiah apa pun secara terang-terangan, sehingga memilih cara seperti ini.Tamara kebingungan saat melihat ekspresi sahabatnya yang tadinya mengernyitkan alis dengan ekspresi curiga, terus menjadi serius, dan kini tiba-tiba tersenyum. Dia pun berkata, "Kalau nggak ada masalah, kenapa ekspresimu ....""Ah, aku lagi senang. Rara, selamat ya, kamu ini benar-benar orang yang paling beruntung," jawab Zoya sambil tersenyum.Tamara kembali menatap tas itu. Dari model, desain, kualitas, dan kilauannya, dia sangat menyukai semuanya. Apalagi setelah mendengar ucapan Zoya, dia pun akhirnya gembira dan merasa ini benar-benar kejutan yang menyenangkan.Keduanya pun kembali melanjutkan minum teh s
"Masa tenang perceraian antara Carlos dan Tamara belum selesai, tapi kamu malah buru-buru mengusulkan perjodohan ke Keluarga Hasiholan. Kamu pikir Carlos akan berterima kasih? Kamu mau bilang ini demi kebaikannya? Menurutku sih kamu juga cari keuntungan!"Setelah dimarahi habis-habisan oleh ayahnya,
Karena nada bicara wanita itu yang meninggi, para karyawan di sekitar langsung menoleh ke arah keduanya. Tamara hendak membalas, tetapi pundaknya ditekan Zoya."Kakak ini, kalau kamu nggak suka aku, laporkan saja. Panggil saja SDM kalian urus, nggak perlu ribut di sini. Bedakmu yang tebal pun nggak
"Kakakku ingin langsung memastikan dengan petugas keamanan," jelas Zoya.Tamara pun melepas sarung tangan, mengambil ponsel, dan mencari nomor pos satpam. Zoya buru-buru menghafal nomor itu, lalu berlari ke kamar dan langsung mengunci pintu rapat-rapat untuk meredam suara.Nomor pos satpam segera te
Sebelum Clara selesai memfitnah, Tamara langsung mengambil dokumen di atas meja dan melemparkannya. Setelah itu, dia berkata dengan ekspresi muram, "Jaga mulutmu. Kamu pikir kamu bisa memfitnah Nona Muda Keluarga Hasiholan? Kalau kamu nggak tahu kekuatan Keluarga Hasiholan, cari tahu sendiri. Hati-h






Selamat datang di dunia fiksi kami - Goodnovel. Jika Anda menyukai novel ini untuk menjelajahi dunia, menjadi penulis novel asli online untuk menambah penghasilan, bergabung dengan kami. Anda dapat membaca atau membuat berbagai jenis buku, seperti novel roman, bacaan epik, novel manusia serigala, novel fantasi, novel sejarah dan sebagainya yang berkualitas tinggi. Jika Anda seorang penulis, maka akan memperoleh banyak inspirasi untuk membuat karya yang lebih baik. Terlebih lagi, karya Anda menjadi lebih menarik dan disukai pembaca.
คะแนน
ความคิดเห็นเพิ่มเติม