ISTRI CEO
Aku masih bertahan dengan posisi sama meski bibirku sudah tak tahan ingin mengeluarkan ungkapan kebencian yang semakin mendalam.
Kubuka mata sedikit, layaknya orang mengintip, kulihat papa menarik paksa dasinya dengan wajah menunduk. Setelah ikatan dasi di lehernya lepas, ia menarik nafas dan kembali memandangku yang masih tak bergeming, secepat kilat kututup mata rapat-rapat.
“Jika keadaan terus begini, dan perusahaan tidak mendapat investor dana, Papa tidak bisa membayar perawatan dan pengobatan mama,” sambung papa dengan nada lemah.