Istri Abangku
Bisa saja Ica menolaknya mentah-mentah saat ini.
Jangan sekarang. Dia baru saja melepas rindu dengan wanita ini. Maka dari itu, ia harus menjaga suasana hati Ica agar tidak berubah buruk. Masalah menyatakan perasaan itu gampang, yang penting Ica sudah berada di dekatnya.
"Sebentar lagi apa, Mal?" tanya Ica penasaran.
"Sebentar lagi azan Zuhur, Ca. Gue mau salat ya. Di mana kiblatnya?" Ica melirik jam di dinding. Benar saja, memang sudah masuk waktu Zuhur.