PESONA
"Aku bisa merasakan degup jantungmu, ini bukan sekedar lukisan, ini adalah gambaran tentang masa depan cinta kita, bertahanlah Nandini ....
"Ahalya, kau lupa nama tokoh wanitanya? Kenapa jadi namaku?"
Aku langsung tersadar dan berhenti bicara saat menyadari akan kesalahan fatal yang aku lakukan, bagaimana bisa aku membayangkan jika kami adalah tokoh Ahalya dan Jandera yang saling mencintai. Sepertinya aku kelelehan jadi tidak fokus seperti ini, aku pun spontan melepaskan tanganku dan genggamannya lalu berdiri dengan wajah frustasi. Entah apa yang ada di pikiran Nandini saat tahu jika sedari tadi aku tidak membayangkan jika Ahalya yang bicara melainkan Nandini. Pasti dia akan melambung tinggi
Bab Populer