Kembalinya Sang Jenius 1000 Tahun Bela Diri
Pohon itu bukan hanya tanaman, tapi wujud dari perjuangan dan hubungan yang lahir antara dirinya dan tanah.
“Tanah mengujimu bukan dengan kekeringan saja,” ia mengulang dalam hati, “tapi juga dengan anugerah yang belum tentu layak kau terima.”
Ia bersimpuh di depan pohon itu, menempelkan kedua telapak tangan ke akarnya, merasakan denyutnya. Chi-nya mengalir kembali kepadanya dalam wujud yang telah berubah. Lebih murni. Lebih hangat. Seolah bumi berkata: kau diterima.