Dendam yang Mengakar di Jiwa
Andre tidak banyak bicara lagi, dia hanya menjawab asal-asalan, kemudian membantu Diana menyiapkan acara, seolah dia adalah tuan rumah yang sebenarnya.
Acara ulang tahun mulai tepat waktu.
Diana menggandeng tangan anaknya naik ke panggung. Saat memegang mikrofon, dia menatapku dengan tatapan penuh kebencian.
"Sebelum acara ulang tahun putraku dimulai, ada satu hal penting yang mau kusampaikan. Kak Winda bersikeras meminta maaf padaku karena kejadian kemarin, sebenarnya aku ingin menolak …."