ENAK, PAK DOSEN!
tanyanya.
“Bukan, Dok. Juniornya dia katanya serasa tertus-uk jarum. Begitu. Baru pagi tadi masuk, dia menjerit kesakitan. Kan aneh! Apa memang seperti itu?” sambil menunjuk, Diana bertanya lagi.
Paham maksud pasiennya, Dokter Lidya kembali tersenyum. “Oh, itu kena benangnya mungkin, Tuan.”
“Benang? Mana ada benang yang menyakiti seperti itu, Dok? Nggak terima saya pokoknya. Ayo lepas sekarang!” pinta Damar ngotot.
Hot Chapters