Filter By
Updating status
AllOngoingCompleted
Sort By
AllPopularRecommendationRatesUpdated
Dear Joy

Dear Joy

"Lalu sekarang apa perutmu baik-baik saja? Tadi aku memberimu air, aku jadi sedikit khawatir sekarang." "Sampai sekarang aku masih baik saja. Artinya aku masih cocok dengan merek yang kamu berikan." "Jadi Joy itu sedikit melelahkan ya? Harus serba cocok, kalau tidak menyebabkan masalah. Sekarang aku sedang berpikir seandainya kamu tersesat di hutan dan tidak ada yang bisa menolongmu. Lalu apa kamu masih tetap akan bertahan dengan mencari air minum merek Kristalain? Atau dengan sangat terpaksa meminum air dari mana saja asal bisa menghilangkan dahaga?"
107.6K viewsKumpletoIdinagdag sa Library 160 Beses bilang jadilah seperti cermin
Read
+Library
Aku Tak Mau Lagi Jadi Bayang-bayang

Aku Tak Mau Lagi Jadi Bayang-bayang

Angin menerpa masuk melalui kaca yang hancur, menderu di telingaku dan mengeringkan darah di wajahku. Aku seperti kembali berusia delapan belas tahun. Aku bebas.
10.4K viewsKumpletoIdinagdag sa Library 355 Beses bilang jadilah seperti cermin
Read
+Library
Warung Kopi Dunia Bawah

Warung Kopi Dunia Bawah

terus mengikuti bayangan. Karina membaca ulang mantra yang pernah mereka ucapkan saat membelah cermin: "Jika kau datang bukan sebagai waktu, maka datanglah sebagai gema. Jika kau ingin pulang bukan sebagai tubuh, maka kembalilah sebagai kisah. Kami tidak menolakmu, tapi kami akan tahu: apakah kau mencari, atau menghapus."
101.3K viewsOngoingIdinagdag sa Library 47 Beses bilang jadilah seperti cermin
Read
+Library
PEMBALASAN DENDAM SANG DEWA DARI JURANG NAGA HITAM

PEMBALASAN DENDAM SANG DEWA DARI JURANG NAGA HITAM

“Inilah cermin yang bisa menuntunmu ke Segel Jiwa. Di dalamnya, kau akan menghadapi dirimu sendiri. Tapi bukan dirimu yang kau kenal… melainkan bayangan dari kegelapan jiwamu. Jika kau kalah di sana… kau akan kehilangan kendali atas tubuhmu selamanya.” Li Yuan tidak gentar. Ia duduk bersila di depan cermin. “Aku sudah menghadapinya seumur hidup. Kali ini aku akan menaklukkannya.” Mo San mengangguk. “Kalau begitu, selamat datang di medan perang pertama: dirimu sendiri.” --- Saat telapak tangannya menyentuh cermin, dunia sekitarnya runtuh. Suara tawa—tawa yang sangat ia kenal—menggema dari segala arah.
107.5K viewsOngoingIdinagdag sa Library 157 Beses bilang jadilah seperti cermin
Read
+Library
PEDANG NAGA LANGIT

PEDANG NAGA LANGIT

“Kau harus menebus dosa-dosamu. Mengakui semuanya… di hadapan cermin.” “Apa?!” “Cermin itu tidak hanya menampilkan masa lalu. Ia menyerap rasa bersalah, penyesalan, dan kepedihan. Jika kau jujur… mereka akan melemah.” Li Feng menoleh ke sekeliling. Cermin-cermin itu masih menampilkan adegan-adegan mengerikan dari masa lalunya. Tapi kini, satu per satu gambarnya mulai buram… menunggu kejujuran.
8.44.3K viewsKumpletoIdinagdag sa Library 133 Beses bilang jadilah seperti cermin
Read
+Library
Menjadi Kupu-Kupu Menyertaimu

Menjadi Kupu-Kupu Menyertaimu

Jack harus melarikan diri! Tapi yang tidak kuduga, dia malah balik mencengkeram tanganku. “Oke, Jenny, kau sudah siap bicara. Sekarang giliranku.” Aku terbelalak, dengan cemas mengisyaratkannya untuk lari. Tapi dia tidak bergeming sama sekali. “Aku pernah menanyaimu, dua orang yang seperti apa yang dianggap cocok, kau bilang jika semuanya merasa cocok, berarti mereka cocok.”
4.5K viewsKumpletoIdinagdag sa Library 142 Beses bilang jadilah seperti cermin
Read
+Library
Pemilik Kitab Seribu Bayangan

Pemilik Kitab Seribu Bayangan

Begitu menyentuh lantai marmer ruang cermin, hawa dingin merambat sampai ke tulang. Di tengah ruangan, berdiri sebuah cermin oval sebesar pintu gerbang, dengan permukaan seperti air tenang berkilau ungu. Lian Tian berbalik pada Han Mo. “Han Mo. Aku ingin kau menjadi orang pertama yang masuk ke Cermin Jiwa Asal. Aku ingin memastikan kepercayaan kita saling utuh.” Han Mo terkejut, tapi hanya sejenak. “Tentu, Tuan Muda.”
107.5K viewsKumpletoIdinagdag sa Library 284 Beses bilang jadilah seperti cermin
Read
+Library
Cermin Ketiga

Cermin Ketiga

Dan ia mulai sadar… Versi lain dari dirinya sedang berusaha menggantikan tempatnya. Dan itu bukan hanya mimpi. Ini nyata. Karena jam 3:17 dini hari itu, cermin muncul kembali di ruang tamu. Tapi kali ini, cermin itu berdarah. Dan dari dalamnya, suara terdengar jelas, seperti seseorang bicara tepat di belakang telinganya: > “Selamat datang di Kaleidos, Arsita. Sekarang giliranmu…”
703 viewsOngoingIdinagdag sa Library 24 Beses bilang jadilah seperti cermin
Read
+Library
Sang Penjaga Pajajaran

Sang Penjaga Pajajaran

“Itu pertanyaan yang sama yang dulu kutanyakan pada Ratu Rahayu.” Larisa menatapnya. “Dan apa jawaban beliau?” Arjuna tersenyum samar. “Beliau berkata: ‘Lamun rasa geus sadar, manusa kudu jadi cermin, lain jadi pangatur.’” (Jika rasa telah sadar, manusia harus menjadi cermin, bukan penguasa.) Larisa mengulang kalimat itu dalam hati. “Jadi tugas kita sekarang adalah... memantulkan rasa dunia?”
101.5K viewsOngoingIdinagdag sa Library 56 Beses bilang jadilah seperti cermin
Read
+Library
Lintas Takdir dan Kutukan

Lintas Takdir dan Kutukan

Dari salah satu cermin, muncul sosok yang tampak seperti dirinya, tetapi matanya bersinar merah seperti musuh yang mereka lawan. “Kau tidak bisa melarikan diri dari takdirmu, Kirana,” kata sosok itu. Kirana mundur selangkah, tetapi segera menguatkan dirinya. “Aku tidak tahu siapa kau, tetapi aku tidak akan membiarkan diriku dipermainkan!” Sosok itu tersenyum dingin. “Aku adalah cerminan dari apa yang bisa kau jadi. Kau bisa memilih untuk melawan kegelapan, atau menjadi bagian darinya.”
1.3K viewsOngoingIdinagdag sa Library 51 Beses bilang jadilah seperti cermin
Read
+Library
PREV
123456
...
10
I-scan ang code para mabasa sa App
DMCA.com Protection Status