JANGAN NAKAL, TUAN CEO!
Setelah diputuskan secara sepihak, sepulang kerja Shanum seharusnya langsung pulang.
Namun, ia memilih menunda kepulangannya, mencoba mengalihkan pikirannya dengan minum.
Tapi segalanya berubah ketika ia dihubungi bosnya untuk diambilkan barang. tanpa sengaja melihat barang ‘pribadi’ bosnya.
Rasa ‘penasaran’ yang salah tempat mendorongnya melakukan hal konyol, yaitu membeli ‘pengaman’ ukuran besar hanya untuk membandingkan isi dibalik barang pribadi bosnya.
Sayangnya, Michael, bosnya bukan tipe pria yang mudah dilewati begitu saja. Ia terlalu observatif untuk tidak menyadari perubahan sikap bawahannya.
“Saya perhatikan, fokusmu dari tadi ke sini?” Michael menunjuk jari ke pangkal pahanya. “Yang ini ... ingin lihat?”