Cinta Sang Preman
Sebuah euforia aksara yang diusung saban hari oleh para pujangga
Sepertinya mulai menguap, terdistilasi mengembun hendak rebah pada awan jenuh yang menghitam
Entah akan turun seperti derai hujan rindu penuh elegi, sarkas merangsek agar binasa atau malah mencumbu peluh sebuah asmara
Terpenting adalah
Seseorang akan terus memungut makna sebagai sarana pembelajar
Tenggelam dalam setiap jengkal aksara yang tertulis, bahkan dalam mulut bungkam
Tetapi tarian penuh celoteh ringan hingga gelak sandiwara serupa bayang bayang nirwana
Nikmatilah, selagi tarian ini kita padu berdua
Tentang cinta, rindu, luka hingga beberapa yang tak perlu disebutkan, bisa kita cipta
Hot Chapters