Cinta untuk Istriku
Berbeda denganku, aku mengucapkan akad tanpa rasa gugup dan sakral sekalipun, serasa semuanya terlontar saja dari mulutku sepertimana latihan praktik di sekolah tentang pernikahan.
Hari yang seharusnya menjadi hari terbaik dan paling menyenangkan di hidupku, malah menjadi hari kegundahan dan kesedihan yang menimpai diriku. Bagai ketiban duren di siang bolong.
Wanita bermata teduh itu tersenyum bahagia dengan hati yang berbunga, karna telah dipersunting oleh lelaki pujaan hatinya. Berbeda denganku, hanya seutas senyuman di balik kesedihan yang memghiasi hatiku yang amat kelabu ini, seperti balon hijau yang meletus, membuat hatiku sangat kacau.
Bab Populer