ВойтиDyara menepi dari jalan yang dia lalui, sambil menyusuri gang kecil menuju rumahnya. Air mata Dyara turun tanpa bisa dicegah ketika mengingat ayahnya meninggalkan dunia ini setelah menikahkan dirinya dengan seseorang yang tidak dia cintai sama sekali. Sambil menyusut air yang mengalir semakin deras dimatanya. Kini Dyara tidak memiliki penguat hatinya lagi. Mamanya sudah tidak peduli lagi dengannya, kesibukan Mama dengan teman-teman arisannya banyak menyita waktu. Dyara sendiri harus bisa memenuhi kebutuhan hidupnya tanpa bergantung pada suaminya. Sekarangpun suaminya entah dimana. Mungkin ini yang ingin disampaikan almarhum ayahnya agar Dyara tidak menerima lamaran Arsya. Namun ibu Dyara kukuh ingin anaknya menikah dengan Arsya. Dyara menghentikan langkahnya ketika sudah sampai dirumah kontrakannya. Sambil menunduk sedih, Dyara mengambil air dingin dikulkas. Tenggorokannya sudah terlalu kering, apalagi tadi sepanjang jalan sambil menangis membuatnya semakin merasa haus. Dyara ingin sekali ke makam ayahnya mengadu tentang kesedihannya. Mertua yang diharapkan bisa menjadi pengganti orangtuanyapun tidak bisa dijadikan tempat bersandar. Dyara menghela nafasnya pelan, ingatannya kembali pada masa sebelum ayahnya tiada. Beliau sosok yang patut diteladani, sayang pada anak-anaknya dan bertanggungjawab penuh pada keluarganya. Sosok yang selalu dinantikan kepulangannya, tempat mengadu dan berkeluh kesah.
Узнайте большеFase lelah wanita bergelar istri, ketika suaminya enggan memberinya perhatian receh*
----"Sisa uang pembayaran listrik dan Air mana, Dek?" tanya Ardan."Bukanya udah diminta Mas kemarin?" sahut Mimi."Di struk 125 ribu. Kamu kasih Mas 50 ribu. Masih sisa 25 ribu di kamu. Mau kamu korupsi juga? Kan sudah Mas kasih jatah sendiri buat belanja," cecarnya."Buat beli daster, Mas. Kebetulan ada pedagang keliling obral daster. Mas kan juga ngerasain sendiri dasternya," sungut Mimi tak suka jika suaminya selalu saja mencecarnya banyak hal mengenai ke mana uangnya habis."Memang Mas pake daster? Alasan saja kamu. Mana uangnya, Mas sudah siang ini. Mau buat beli bensin," ujarnya kesal."Kan Mas menghayati, buktinya langsung tancap gas pas aku pake baju itu. Uang yang mana lagi? Sisa 25 ribu aja diminta balik. Pelit kok turunan!" sungut Mimi."Udah mana? Jatah kamu kan ada. Masih saja korupsi!"Malas berdebat, akhirnya Mimi mengeluarkan uang sisa belanja pagi tadi. Dengan kesal ia memberikan uang itu, karena Ardan tidak mau tahu akan hal itu.***"Hari ini lembur lagi, Mas?" tanya Mimi pada Ardan --suaminya-- lewat pesan singkat di aplikasi hijau miliknya."Ya," balasnya singkat.Mimi sedikit tenang karena pesannya sudah dibalas oleh Ardan. Biasanya lelaki yang bergelar suaminya itu hanya membaca tanpa membalas pesan yang ia kirim. Ia yakin, Ardan masih kesal dengan kejadian palak uang tadi pagi.Badan tinggi kulit putih santun dan juga ramah terhadap semua orang. Siapa yang menyangka jika lelaki sebaik dan seramah itu, justru sering menyakiti hati istrinya sendiri. Meskipun hanya kadang perbuatan remeh seperti mengabaikan pesan, tidak menghabiskan sarapan atau bahkan tidak sarapan sama sekali ketika berangkat bekerja, kadang membuat hati Mimi terluka. Terlebih sikap suaminya yang pelit dan perhitungan, ditambah kurang peka dan tidak pengertian terhadap semua aktivitasnya di rumah. Selama 5 tahun pernikahan, sama sekali Ardan belum pernah melakukan pekerjaan rumah. Mimi Herlina, wanita yang dinikahi Ardan 5 tahun yang lalu dan kini sudah memiliki seorang anak berusia empat tahun, Laila namanya. Gadis desa yang dinikahi Ardan karena perjodohan orang tua.Ardan dan Mimi bukanlah dari keluarga berada. Keluarga Mimi adalah seorang pedagang dan keluarga Ardan adalah seorang petani kopi di daerah pedesaan tempatnya tinggal.Tempat tinggal Ardan jauh di pedalaman sehingga mereka memutuskan tinggal di tempat Mimi yang lokasinya tidak terlalu jauh dari kota.Keluarga Mimi sangat senang karena Ardan merupakan lelaki yang sangat santun dan juga dermawan saat pertama kali bertemu. Tak segan-segan Ardan memberikan banyak hasil olahan kebun dan juga sejumlah uang sehingga membuat keluarga Mimi yakin dengan perjodohan ini.Meski keluarga Ardan seorang petani, tetapi Ardan adalah seorang perantau yang kebetulan sedang pulang ke kampungnya saat itu. Awal Pertemuan singkat antara Ardan dan keluarga Mimi sehingga mereka memutuskan untuk serius meminang Mimi sebagai istri Ardan."Ardan ini lelaki sholeh, calon imam yang baik. Dia juga bisa bekerja di mana saja. Sudah pasti kemampuannya tidak bisa diragukan lagi. Selain pekerja keras dia juga bertanggung jawab, buktinya baru kenal satu bulan dia sudah berani melamarmu. Tidak seperti kekasihmu si Hendri itu, pacaran sudah 3 tahun tetapi tidak berani melamar sama sekali. Lebih baik yang sudah pasti saja, lelaki itu yang dicari tanggung jawab dan kerja kerasnya bukan sekedar janji dan omong kosong belaka."Ucapan Ayah Mimi saat itu masih terngiang jelas sampai sekarang, sehingga ketika dia menanyakan pada dirinya sendiri apakah dia menyesal menikahi Ardan, tentu saja iya. Mimi merasa bodoh karena terlalu terburu-buru tanpa melihat sosok lain dari Ardan suaminya.Sekarang ketika sudah memiliki anak, tidak terbersit sedikitpun untuknya bercerai atau pun pergi meninggalkan Ardan. Ardan adalah Imam dan bagaimanapun ia harus tetap mempertahankan hubungan meski harus perlahan memperbaiki yang tidak baik dari sikap Ardan kepadanya. Namun, akhir-akhir ini sikap pelitnya entah kenapa sangat kentara. Membuat Mimi kadang ke dibuatnya.Pukul sebelas malam, Mimi masih gusar menunggu kepulangan suaminya. Dua tahun sudah ia bekerja sebagai teknisi sebuah perusahaan elektronik sebagai karyawan tetap, sering diajak bosnya untuk mengerjakan pekerjaan di luar kota bahkan sampai tidak pulang.Yang sering membuat Mimi jengkel, Ardan sama sekali tidak memberinya kabar jika tidak akan pulang atau lembur di tempat kerja."Tak bisakah kamu memberi kabar aku Mas, jika mau pulang larut seperti ini? Aku sampai terkantuk-kantuk di depan televisi seorang diri."Tanpa menjawab omelan Mimi, Ardan langsung meletakkan tas yang ia bawa dan melepas semua bajunya untuk segera mandi."Air hangat sudah aku siapkan, sudah makan malam apa belum?" tanya Mimi saat memberikan handuk pada Ardan."Sudah," jawabnya singkat lalu masuk ke dalam kamar mandi.Mimi memandangi masakan yang ia buat tadi sore. Walau sering suaminya itu jarang makan malam di rumah, tetapi ia selalu menyiapkan. Karena kadang-kadang suaminya itu menanyakan, ' masak apa malam ini?'.Dimasakkan salah tidak dimasukkan lebih-lebih salah. Jadi Mimi cari aman dengan selalu menyediakan makan setiap malam.Mimi menyiapkan baju ganti untuk suaminya setelah mandi dan menggelarkan sajadah untuknya salat Isya. Jika bukan Mimi yang mengingatkan, kadang suaminya itu melalaikan kewajibannya kepada sang pencipta."Mau langsung tidur atau mau makan lagi?" katanya Mimi mengulangi tawarannya makan."Nggak.""Oke, aku tidur dulu ya?"Ardan tak menjawab, langsung memakai pakaian dan sarungnya lalu melakukan ibadah salat Isya.Mimi bersiap untuk tidur. Rumah yang terbuat dari papan harplek dan juga ranjang bambu, membuat bunyi yang kadang mengganggu ketika bergerak-gerak.Mimi memindahkan Laila yang tertidur di atas kasurnya ke kamar di sebelahnya. Rumah sederhana ini memiliki 2 kamar sederhana. Dengan berlantai semen dan juga kamar mandi yang ada di belakang samping dapur."Ma, pijitin."Baru akan memejamkan matanya, Ardan membangunkan Mimi."Tadi ditanya diem aja, giliran aku sudah ngantuk dan mau tidur, dibangunin," gerundel Mimi."Gak ikhlas jadi istri?" ucapnya dingin dan terdengar sangat menyebalkan bagi Mimi. Jika dia tidak melakukannya maka bisa saja 5 hari kedepan dia akan didiamkan tanpa mau mengeluarkan sepatah katapun padanya dan Laela. Parahnya, dia sampai tidak memberikan jatah belanja sama sekali."Ikhlas kalau sudah lupa, kalau masih ingat nggak bakalan ikhlas. Itu 'kan teori dari Mas?" ucap Mimi sambil memijat bagian tubuh suaminya."Ingat-ingat itu yang baik-baik, kalau yang buruk jangan dipakai," kata Ardan sambil terpejam. Meski sambil menggerutu tetapi pijatan Mimi bikin candu, tak pernah terlewatkan pijatan dari istrinya itu. Jika sedang marah saja Ardan enggan disentuh oleh Mimi, itu juga yang kadang membuat Mimi menghindari berdebat dengan Ardan dan memilih untuk mengalah.Kegigihan Irgi mendekati Cristal patut diacungi jempol. Oscar senang melihat adiknya kini mulai merespon kehadiran Irgi. Mendapat sambutan yang cukup baik dari Cristal tentu saja membuat Irgi semakin semangat membuat Cristal jatuh cinta padanya.Akhirnya setelah sekian lama berjuang Irgi mendapatkan apa yang dia inginkan. Cristal menerima cintanya dan mau dijadikan kekasihnya. Bahkan mereka juga akhirnya menjalani hubungan dengan serius.Perjalanan cinta mereka diakhiri dengan pernikahan, rupanya jodoh Cristal akhirnya dengan Irgi. Cristal juga mencoba untuk melepas bayangan masa lalunya. Dia juga tidak akan mengganggu lagi rumah tangga Aldo yang sudah bahagia bersama keluarganya.Sedangkan Arga kini mulai menata hidupnya bersama Lisda meskipun ternyata Lisda mengalami masalah di rahimnya. Bagi Arga tidak menjadi masalah karena dia juga sudah memiliki Nino.Dyara sahabat Arga akhirnya terus hidup bersama Arsya dan Alea putrinya. Dia tidak bisa meninggalkan Alea meskipun tidak mencinta
Ica merasa lega setelah kepergian Cristal, begitu juga dengan Aldo. Sedangkan Cristal pulang dengan wajah ditekuk, dia benar-benar geram karena semua rencananya digagalkan oleh Nino.Cristal tidak menyangka kalau Nino ternyata ada di situ, awalnya Cristal pikir Nino sedang bersama Arga. "Kamu sudah pulang Cristal? " Suara Bariton Oscar terdengar menyapanya. Mata Cristal membelalak melihat Oscar ada di rumah."Sejak kapan kakak ada di sini? " Oscar tersenyum mendengar pertanyaan yang menurutnya aneh dari Cristal. "Bukankah sebentar lagi kamu akan menikah? Tentu saja aku tidak akan melewatkan momen bahagia adikku! "Cristal terhenyak, tubuhnya langsung luruh di kursi. "Aku ngga tau kak, pernikahanku dengan Aldo sepertinya belum bisa dilaksanakan dalam waktu dekat ini. "Kini Oscar yang melotot tidak terima, "Memangnya kenapa lagi si Aldo itu? Bikin ulah lagi ya. Sekarang apa dia mundur lagi membatalkan pernikahan karena alasan perempuan itu lagi? "Cristal mengangguk tegas, "Aku benci d
Cristal benar-benar terkejut dengan perubahan Aldo. Dia masih shock setelah menerima jawaban dari Aldo. Cristal segera menyambar kunci mobilnya, dia tau pasti ada yang tidak beres dengan pekerjaan paranormal yang dia percaya untuk mengganggu ketenangan keluarga Aldo."Loh Cristal, kamu mau kemana sore-sore begini sebentar lagi mau magrib, pamali anak gadis keluar rumah. Apalagi kamu sebentar lagi mau menikah! " Mama Cristal setengah berteriak untuk melarang anaknya pergi.Tapi Cristal tidak menjawabnya, dia terus melangkah mengabaikan permintaan mamanya. Dia langsung masuk ke mobilnya untuk mendatangi paranormal tersebut. Dia tidak mau Aldo lepas darinya untuk yang kedua kalinya.Kali ini dia tidak akan diam saja. Dia ingin kembali membuat Aldo tergila-gila padanya. Namun sesampainya di sana yang terlihat adalah bendera kuning di ujung gang tempat tinggal paranormal itu.Cristal melihat anak paranormal yang pernah dikenalkan padanya sedang sibuk mengeluarkan kursi bersama seorang tet
Ica menatap tajam suaminya, dia ingin mendengar jawaban Aldo. Baginya tiada maaf jika berurusan dengan pengkhianatan. "Maafkan aku sayang, aku tidak akan mengulanginya lagi."Ica tersenyum sinis, "Aku hanya memberikan kesempatan satu kali saja mas. Jika mas tidak memanfaatkan kesempatan itu maka aku yang akan mundur." Kata-kata tegas Ica membuat Aldo tersentak."Sayang, apa maksudmu? Kita sudah memiliki dua anak lalu kamu akan meninggalkan aku? " Ica terkekeh pelan, "Kamu pikir aku tidak berani melakukannya mas, bagiku seorang laki-laki yang sudah berselingkuh dia tidak akan melakukannya hanya sekali, jika dia memiliki kesempatan pasti dia akan melakukannya lagi."Aldo lagi-lagi terhenyak, "Aku sendiri bingung sayang, kenapa aku melakukannya. Padahal aku sangat mencintaimu. " Kini Ica yang curiga dengan kata-kata Aldo. "Apa maksudmu mas? "Aldo kini terlihat bingung, " Aku tidak mencintai Cristal dari dulu. Tapi sekarang aku bingung karena mulai ingin didekatnya terus. Sampai akhirnya
Arum sudah tidak sabar menanti hari pernikahannya, dia tidak peduli Kania mau datang atau tidak. Yang penting acaranya yang sudah dibuat semewah mungkin berjalan dengan lancar sesuai dengan harapannya.Ibu kandung Arum menatap bangga anaknya yang bisa menggantikan posisi Kania dihati Feri. Arum melak
Kania menatap undangan pernikahan Feri dan Arum yang baru saja dia terima. Kabar yang dia dengar Arum kini sedang berbadan dua sehingga Feri harus menikahinya.Terdengar tarikan nafas yang panjang dari Kania, ternyata saudara tirinya kini berhasil mendapatkan apa yang diinginkannya selama ini. Feri m
Hari-hari Intan kini mulai berwarna setelah bertemu lagi dengan Jay teman masa kecilnya. Jay benar-benar bisa mengubah karakter Intan, dia yang dulunya pendiam kini mulai ketularan sering ngobrol dan kadang jalan-jalan bersama Jay yang suka bercanda.Intan tidak tampak malu-malu lagi, pengaruh Jay me
Ica mulai menjalankan rencananya, dia tidak mau menunda lagi. Setiap malam dia merindukan Nino, namun sampai kini belum bisa memeluknya sama sekali. Kemarin Ica sudah membicarakannya dengan sahabatnya Sharen. Bahkan Sharen berjanji akan mempertemukannya dengan seorang pengacara yang handal. Kebetula


















Selamat datang di dunia fiksi kami - Goodnovel. Jika Anda menyukai novel ini untuk menjelajahi dunia, menjadi penulis novel asli online untuk menambah penghasilan, bergabung dengan kami. Anda dapat membaca atau membuat berbagai jenis buku, seperti novel roman, bacaan epik, novel manusia serigala, novel fantasi, novel sejarah dan sebagainya yang berkualitas tinggi. Jika Anda seorang penulis, maka akan memperoleh banyak inspirasi untuk membuat karya yang lebih baik. Terlebih lagi, karya Anda menjadi lebih menarik dan disukai pembaca.