Suami Warisan
Rengganis mengerjap, “Eh, kisah apa?”
“Sebuah kisah dari masa lalu.” suaranya terdengar mendayu, membuat Rengganis terpana. Narendra duduk menyandar, jarinya yang panjang membuka lembar demi lembar kertas lama yang sudah berwarna kekuningan. Ujung jarinya bergerak di atas kertas, menyusuri setiap kata demi kata seakan dia kembali menyusuri kenangannya.
Mata Rengganis menangkap judul yang ditulis dengan tinta keemasan, tulisan kaligrafi merangkai kata ‘Kidung Sunda’. Dia tidak bisa membaca siapa penulis atau penyusun buku itu.