Kania (Gairah Seorang Pembantu)
balas Kania dengan senyum iblis yang tak lepas dari bibirnya.
Adi tampak tercengang, benar-benar tersihir tersendiri di tempatnya. Astaga, ya Tuhan, apa yang sudah Adi lihat hari ini benar-benar tidak lagi menggambarkan sosok lugu yang kemarin. Hari ini Kania sudah menjelma jelas bak ratu iblis dimatanya. Bahkan untuk tatapan dari kilat yang terpancar di matanya, berubah total tak lagi tersimpan sorot mata penuh ketakutan versi Kania yang dulu.
"Ya, Tuhan, Kania. Kamu ini kenapa? Tolong jangan buat saya jadi serba salah. Saya mohon!" desis Adi pada akhirnya.