DOSA TERINDAH
“Suamimu kapan pulang, Nak?”
“Tadi siang, Bu. Kata Ivan, dia buru-buru mesan tiket pulang karena kangen ibu. Aya cemburu, Bu. Dia nggak akan langsung pulang kalo Aya yang minta, tapi baru dengar suara ibu aja, Ivan langsung buru-buru pulang.”
Tawa ibuku berderai.
“Kenapa manggil suamimu seperti itu, Nak? Nggak baik.”