Filter dengan
Status pembaruan
SemuaSedang berlangsungSelesai
Sortir dengan
SemuaPopulerRekomendasiRatingDiperbarui
Menjadi Madu

Menjadi Madu

Anis _Mo
Menjadi Madu bukanlah sebuah pilihan, namun terpaksa harus dia lakukan. Egois, begitulah pemikiran keluarga besarnya tentang keputusan yang dia ambil. Bagaimana tidak, saat ini dia menerima lamaran dari suami sepupunya sendiri. Wanita kejam, seorang pelakon, itulah saat ini julukan yang dia terima. Namun sekalipun demikian, dia tetap tersenyum dan ikhlas menerima takdir yang telah Tuhan gariskan untuknya.
108.0K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 247 kali sebagai kasih tuhan tetap abadi
Baca
+Pustaka
Saat Aku Sekarat, Keluargaku Hancur Bersamaku

Saat Aku Sekarat, Keluargaku Hancur Bersamaku

Hari di mana aku pingsan dan didiagnosis menderita kanker stadium akhir di rumah sakit adalah hari ulang tahunku dan kakak kembarku, Nadin, yang ke-22. Aku tidak peduli dengan saran dokter untuk dirawat inap dan langsung pergi, hanya demi merayakan ulang tahun terakhir yang riang bersama keluargaku. Namun ketika aku tiba di pesta ulang tahun, aku justru dihentikan oleh pelayan di depan pintu. Dia berkata bahwa tempat ini telah disewa untuk perayaan ulang tahun putri Keluarga Yanuar, dan orang luar tidak diizinkan masuk. Di balik kaca jendela, Kakak laki-laki memegang kue, Ayah memasangkan topi ulang tahun di kepala Nadin. Bahkan pacarku juga tersenyum sambil menatap Nadin yang memejamkan mata untuk membuat permohonan. Setelah berdiri terpaku selama setengah jam, akhirnya pacarku mengangkat teleponku. "Aku tadi ke rumah sakit, sekarang ...." Ia memotong ucapanku, "Nadia, tubuhmu selalu sehat. Hari ini ulang tahun Nadin, kalau ada apa-apa, bicarakan nanti aja." Bukankah hari ini juga ulang tahunku? Hanya karena Ibu meninggal dunia akibat pendarahan hebat saat melahirkanku. Dan karena dokter mengatakan aku telah "merebut" nutrisi Nadin saat dalam kandungan hingga membuatnya bertubuh lemah sejak kecil. Semua orang pada menganggap, akulah yang seharusnya mengalah pada kakakku yang lahir lima menit lebih dulu itu. Aku meremas hasil diagnosis kanker dan membuangnya ke tempat sampah, memutuskan untuk tidak lagi bersedih karena pilih kasih mereka. Karena sejak awal aku tak pernah mendapatkan kasih sayang mereka, maka aku memilih untuk pergi selamanya.
16.0K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 479 kali sebagai kasih tuhan tetap abadi
Baca
+Pustaka
Suamiku Suka Berpura-pura Mati? Akan Kubuat Ia Mati Benaran

Suamiku Suka Berpura-pura Mati? Akan Kubuat Ia Mati Benaran

Pada bulan ketiga sejak suamiku dinyatakan hilang secara misterius, aku justru melihatnya di sebuah bar. Ia sedang merangkul bahu sahabat wanitanya dan tertawa lepas tanpa beban. “Untung saja kamu kasih ide itu. Kalau tidak, aku hampir lupa rasanya kebebasan.” Teman-teman di sekelilingnya mengangkat gelas dan bersulang satu demi satu, sambil bertanya kapan ia berencana muncul kembali. Ia menunduk sejenak, berpikir. “Mungkin seminggu lagi. Tunggu sampai dia benar-benar mencariku sampai gila baru aku muncul.” Aku berdiri di sudut gelap, memandangnya menikmati kebebasan itu. Lalu, aku menelepon seorang teman yang bekerja di bagian administrasi kependudukan.
6.9K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 206 kali sebagai kasih tuhan tetap abadi
Baca
+Pustaka
Lembaran Baru Kisahku

Lembaran Baru Kisahku

Suamiku, seorang CEO, mengidap penyakit aneh. Hatinya memilihku, namun tubuhnya justru memilih seorang anak magang di kantornya. Karena itu, setiap bulan suamiku menghilang selama sepuluh hari, dia pergi menemui si anak magang untuk "berobat". “Vera, dokter bilang ketergantunganku pada Sinta itu bersifat fisiologis. Tubuhku yang memilihnya. Tapi orang yang paling kucintai di hatiku adalah kamu, dan akan selalu kamu,” kata suamiku. Untuk meyakinkanku, ia sumpah mati, bahkan rela mengambil daging dari tubuhnya sendiri demi membuktikan cintanya. Mataku memerah. Pada akhirnya, aku tetap melunak. Hingga suatu hari, di usia kehamilanku yang sudah tua, sebuah papan reklame yang diterjang angin kencang jatuh menimpaku. Aku pun keguguran. Aku menelepon suamiku berkali-kali, namun tak satu pun dijawab. Tak lama kemudian, aku justru melihat unggahan pamer dari akun sosial media anak magang itu. [Membuka identitas baru sebagai seorang ibu. Mulai sekarang, kami bertiga adalah keluarga kecil yang bahagia!] Di foto itu, suamiku menatapnya dengan lembut, telapak tangannya mengusap perut anak magang itu. Di tangannya yang lain, tergenggam hasil pemeriksaan kehamilan. Baru saat itu aku sadar, sejak dulu sampai sekarang, baik hati maupun tubuhnya, yang ia pilih bukanlah aku. Pada detik itu juga, aku mengerti bahwa pernikahan kami telah mencapai ujungnya ....
6.6K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 172 kali sebagai kasih tuhan tetap abadi
Baca
+Pustaka
Hati yang Berubah, Cinta yang Mati

Hati yang Berubah, Cinta yang Mati

Presdir yang biasanya dingin dan terhormat itu menyeretku masuk ke kamar setelah mabuk. Setelah semalaman yang kacau, dia bertanya padaku, "Mau nikah sama aku?" Entah kenapa, aku malah mengangguk. Aku kira ini adalah awal dari cinta, tapi ternyata setelah tiga tahun menjalani pernikahan rahasia dengannya, aku tetap tidak pernah mendapatkan status yang jelas. Sampai pada hari ulang tahun pernikahan kami, cinta pertamanya pulang ke negara ini. Dia meninggalkanku sendirian di restoran sampai tutup demi pergi ke bar menjemput wanita itu, sementara aku pulang dengan diguyur hujan deras. Saat aku hampir pingsan karena radang lambung akut, dia malah meninggalkanku begitu saja demi satu panggilan telepon dari cinta pertamanya itu. Di kantor, ketika wanita itu bertanya siapa aku, dia menjawab dengan nada dingin, "Cuma sekretaris." Memanfaatkan kesempatan saat dia pergi dinas bersama cinta pertamanya, aku meninggalkan surat perjanjian cerai, membereskan rumah, juga membereskan perasaanku sendiri, lalu menghilang dari dunianya.
806 DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 25 kali sebagai kasih tuhan tetap abadi
Baca
+Pustaka
Dipaksa Membesarkan Anak-anak Dari Selingkuhan Suami, Aku Memilih Pisah

Dipaksa Membesarkan Anak-anak Dari Selingkuhan Suami, Aku Memilih Pisah

Elvan membawa selingkuhan ketujuhnya yang sedang hamil kepadaku untuk melahirkan. Teman-temannya bahkan bertaruh, pada detik ke berapa aku akan mulai histeris dan kehilangan kendali. Namun sampai suara tangisan bayi terdengar dari ruang bersalin, tak ada satu pun suara amarah dariku. "Elvan, ini sudah yang ketujuh. Kak Naura nggak mungkin benar-benar marah sampai nggak peduli lagi sama kamu, 'kan?" Elvan menjawab santai, "Dia nggak bisa punya anak, sementara keluargaku sebesar ini." "Cepat atau lambat aku pasti harus punya anak dengan perempuan lain untuk mewarisi keluarga. Mending dari sekarang punya lebih banyak anak supaya dia terbiasa." Begitu kata-kata itu diucapkan, aku keluar sambil menggendong seorang bayi. Sesuai kebiasaan profesiku, aku mengumumkan dengan tenang, "Selamat, berat bayi 3,8 kilogram, ibu dan anak selamat." Elvan tersenyum sambil menerima bayi itu, lalu menyerahkan selembar surat cerai kepadaku. "Tandatangani saja. Ini cuma sandiwara buat menenangkan gadis itu. Dia ngotot aku harus cerai sama kamu dulu baru mau kasih aku anak kedua." "Kalau anak kedua lahir, kita sudah punya delapan anak. Nanti siapa lagi yang berani bilang kamu nggak pantas jadi Nyonya Santiago?" Permainan seperti ini sudah tujuh kali kumainkan bersama Elvan. Kali ini, aku menandatangani namaku tanpa ragu, lalu berbalik menerima lamaran pria lain. Mungkin Elvan sudah lupa. Bukannya aku tidak bisa punya anak, melainkan gen kami memang saling bertentangan. Kalau aku ingin punya anak, aku hanya perlu mengganti pria yang bersamaku. Atas dasar apa dia berpikir aku akan rela membesarkan anak-anak wanita lain demi gelar "Nyonya Santiago"?
523 DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 16 kali sebagai kasih tuhan tetap abadi
Baca
+Pustaka
Cinta Pertama Suamiku yang Belum Usai

Cinta Pertama Suamiku yang Belum Usai

Setelah aku kembali ke rumah sakit bagian kebidanan dan kandungan, USG janin pertama yang kutangani adalah anak dari suamiku dan cinta pertamanya. Di data pasien tertulis nama suami pasien adalah "Jenson", sama persis dengan nama suamiku. Saat melihat foto Jenson yang menempelkan telinganya di perut hamil Keisha untuk mendengarkan detak jantung janin, mataku seketika memicing. Anak yang mengikuti Keisha dari belakang itu, jelas sekali wajahnya persis seperti aku saat kecil. Padahal, dulu Jenson mengatakan bahwa anakku meninggal setelah dilahirkan. "Selamat ya, Kak Jenson. Kudengar Kak Keisha hamil. Tapi jangan salahkan aku kalau terlalu banyak bicara. Dulu kamu bilang sama Naretta kalau Hana meninggal dini, padahal sebenarnya kamu kasih anak itu ke Kak Keisha untuk dibesarkan. Sekarang mau gimana?" "Ya dibesarkan saja. Keluarga Hanifa nggak kekurangan uang." Ekspresinya dingin dan datar. "Dulu Keisha jadi sulit hamil lagi demi menyelamatkan Nenek. Aku buat Naretta hamil hanya untuk ngasih Keisha seorang anak sebagai kompensasi."
3.2K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 126 kali sebagai kasih tuhan tetap abadi
Baca
+Pustaka
Ketika Laranganku Menjadi Motivasi Untuk Menyakitiku

Ketika Laranganku Menjadi Motivasi Untuk Menyakitiku

Semua orang di Kota Opela tahu bahwa Maureen dan Raphael adalah pasangan yang selalu bertentangan seperti air dan api. Sebagai tunangan Raphael hanya dalam nama, Maureen menetapkan tiga larangan untuknya. Dilarang balapan liar, dilarang tidak pulang semalaman, dan dilarang menemui cinta pertamanya yang bernama Audrey. Namun, Raphael justru selalu melakukan kebalikan dari apa yang diminta. Entah itu mengebut mengelilingi seluruh jalan lingkar pegunungan di Kota Opela atau menghabiskan malam di kelab hingga mabuk dan tak sadarkan diri. Bahkan pada hari ulang tahun Maureen, dia sengaja membawa Audrey dan menciumnya di bawah langit yang dipenuhi kembang api, menghancurkan harga diri Maureen hingga berkeping-keping. Semua orang menunggu untuk menonton keributan. Mereka menebak, dengan sifat Maureen yang merupakan sosialita nomor satu di Kota Opela, begitu melihat foto ciuman yang tersebar di mana-mana itu, dia pasti akan datang dengan amarah meluap-luap dan menyeret pulang si berandal itu. Satu jam setelah foto-foto itu menjadi viral di internet, Maureen benar-benar datang. Namun, dia tidak mengamuk, juga tidak menyeret siapa pun pulang. Dia hanya berjalan dengan tenang ke hadapan Raphael, lalu mengulurkan tangan kepadanya. Suaranya begitu pelan, seolah-olah akan larut bersama udara. "Raphael, tujuh tahun yang lalu, aku kasih kamu sebuah jimat keselamatan. Sekarang, bisa kamu kembalikan kepadaku?" Ruangan VIP itu langsung sunyi hingga suara jarum jatuh pun bisa terdengar. Raphael juga tertegun. Tanpa sadar, dia menyentuh jimat keselamatan merah yang tergantung di lehernya. Tujuh tahun yang lalu, dia mengalami kecelakaan saat balapan liar dan harus menjalani perawatan darurat di ICU selama satu hari satu malam. Saat sadar, orang pertama yang dilihatnya adalah Maureen.
380 DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 13 kali sebagai kasih tuhan tetap abadi
Baca
+Pustaka
Setelah Aku Menurut, Keluargaku Menjadi Gila

Setelah Aku Menurut, Keluargaku Menjadi Gila

Pada tahun keenam setelah diusir dari keluarga kaya karena dianggap sebagai putri palsu, aku bertahan hidup dengan menjual darahku. Baru saja aku menerima sedikit uang dan hendak menghubungi dokter untuk membeli obat, seorang pengawal menendang belakang lututku dengan keras. Saat jatuh berlutut, aku mendengar seorang wanita kaya berteriak tak terkendali. "Dasar anak nggak tahu terima kasih! Apa yang kamu lakukan di sini? Apa kamu mau coba celakai Sophia-ku lagi?" Sebuah tamparan keras mendarat di wajahku. Aku baru menyadari bahwa itu adalah ibuku yang sedang mengumpulkan sumber darah untuk putri kesayangannya, Sophia. Melihat ibuku yang putus asa, kakak laki-lakiku, Owen, segera memerintahkan para pengawal untuk mengusirku. Dia menatap uang di tanganku dan mencibir, "Sepertinya, beberapa tahun terakhir masih belum mengubah sifatmu. Demi kemewahan semu, kamu bahkan rela menjual darah untuk dapatkan beberapa ratus ribu." "Sophia akan lulus dan pergi ke luar negeri untuk melanjutkan studi dalam setengah bulan. Dia nggak butuh perhatian eksklusif keluarga lagi, sedangkan kamu juga nggak akan bisa menindasnya. Nanti, aku akan jelaskan alasannya kepada Ayah dan Ibu, lalu membawamu pulang. Kamu akan tetap menjadi tuan putri di rumah." "Pulang ... tuan putri?" gumamku. Akhirnya, aku hanya menggeleng dan tertawa terbahak-bahak. Aku mengidap penyakit ALS, penyakit saraf yang bisa menyebabkan tubuh lumpuh secara perlahan. Penyakit ALS-ku berkembang terlalu cepat dan aku bahkan tidak akan mampu bertahan sebulan lagi. Lagi pula, ketika dia menuduhku sebagai putri palsu demi Sophia yang hanyalah seorang anak dari keluarga miskin, aku sudah lama kehilangan rumah.
3.0K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 120 kali sebagai kasih tuhan tetap abadi
Baca
+Pustaka
Pudarnya Rasa Cinta

Pudarnya Rasa Cinta

Pacarku seorang polisi. Ketika aku diancam oleh penculik, bom tubuhku hanya tersisa sepuluh menit sebelum meledak. Penculik itu memaksaku untuk meneleponnya, tetapi aku justru mendapat makian bertubi-tubi, “Sudah cukup, Selina. Karena cemburu, kamu bahkan berani mempermainkan nyawa? Kamu tahu nggak kucing Vinie sudah tiga hari terjebak di atas pohon, Vinie sangat sayang dengan kucingnya!” “Kalau kucing itu sampai mati karenamu, kamu adalah pembunuhnya!” Dari telepon, terdengar suara perempuan yang manja, “Terima kasih kak, kamu hebat sekali.” Dan perempuan itu adalah teman masa kecil pacarku. Saat bom hampir meledak, aku mengirim pesan kepada pacarku, “Selamat tinggal, semoga kita nggak bertemu lagi di kehidupan berikutnya.”
8.5113.5K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 3.5K kali sebagai kasih tuhan tetap abadi
Baca
+Pustaka
Sebelumnya
1
...
3536373839
...
50
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status