Short
Hati yang Berubah, Cinta yang Mati

Hati yang Berubah, Cinta yang Mati

By:  FistCompleted
Language: Bahasa_indonesia
goodnovel4goodnovel
10Chapters
0views
Read
Add to library

Share:  

Report
Overview
Catalog
SCAN CODE TO READ ON APP

Presdir yang biasanya dingin dan terhormat itu menyeretku masuk ke kamar setelah mabuk. Setelah semalaman yang kacau, dia bertanya padaku, "Mau nikah sama aku?" Entah kenapa, aku malah mengangguk. Aku kira ini adalah awal dari cinta, tapi ternyata setelah tiga tahun menjalani pernikahan rahasia dengannya, aku tetap tidak pernah mendapatkan status yang jelas. Sampai pada hari ulang tahun pernikahan kami, cinta pertamanya pulang ke negara ini. Dia meninggalkanku sendirian di restoran sampai tutup demi pergi ke bar menjemput wanita itu, sementara aku pulang dengan diguyur hujan deras. Saat aku hampir pingsan karena radang lambung akut, dia malah meninggalkanku begitu saja demi satu panggilan telepon dari cinta pertamanya itu. Di kantor, ketika wanita itu bertanya siapa aku, dia menjawab dengan nada dingin, "Cuma sekretaris." Memanfaatkan kesempatan saat dia pergi dinas bersama cinta pertamanya, aku meninggalkan surat perjanjian cerai, membereskan rumah, juga membereskan perasaanku sendiri, lalu menghilang dari dunianya.

View More

Chapter 1

Bab 1

Presdir yang biasanya dingin dan terhormat itu menyeretku masuk ke kamar setelah mabuk. Setelah semalaman yang kacau, dia bertanya padaku, "Mau nikah sama aku?"

Entah kenapa, aku malah mengangguk.

Aku kira ini adalah awal dari cinta, tapi ternyata setelah tiga tahun menjalani pernikahan rahasia dengannya, aku tetap tidak pernah mendapatkan status yang jelas.

Sampai pada hari ulang tahun pernikahan kami, cinta pertamanya pulang ke negara ini. Dia meninggalkanku sendirian di restoran sampai tutup demi pergi ke bar menjemput wanita itu, sementara aku pulang dengan diguyur hujan deras.

Saat aku hampir pingsan karena radang lambung akut, dia malah meninggalkanku begitu saja demi satu panggilan telepon dari cinta pertamanya itu.

Di kantor, ketika wanita itu bertanya siapa aku, dia menjawab dengan nada dingin, "Cuma sekretaris."

Hari itu juga, aku membuat janji konsultasi perceraian dengan kantor pengacara, membereskan rumah, juga membereskan perasaanku sendiri, lalu menghilang dari dunianya.

....

"Bu Alena, ini surat perjanjian cerai yang Anda minta." Di kantor firma hukum, pengacara yang duduk di seberang meja menyerahkan sebuah dokumen kepadaku.

"Hanya saja, perjanjian ini baru berlaku setelah ditandatangani kedua belah pihak. Selain itu, ada masa tenang perceraian selama satu bulan. Setelah masa itu selesai, baru bisa mengurus prosedur perceraian."

Aku menggenggam surat perjanjian cerai itu, lalu mengangguk.

Saat kembali ke Grup Goldcrest dengan taksi, waktu sudah menunjukkan pukul satu lewat tiga puluh siang. Baru saja aku duduk di meja kerja, telepon langsung berdering, "Alena, antar secangkir kopi."

Mendengar suara yang begitu familier namun terasa jauh itu, aku terdiam sesaat.

"Baik, Pak Zenith."

Aku lalu membawa secangkir kopi dan beberapa dokumen masuk ke kantor Zenith. Dia sedang menunduk membaca dokumen di tangannya. Cahaya matahari menembus jendela besar di belakangnya, membuat sosoknya tampak sedikit lebih hangat.

Melihatku masuk, dia mengangkat kepala. Mata indahnya memantulkan bayanganku.

"Alena, tadi siang kamu ke mana? Kenapa nggak antarin makan siang untukku?"

Aku menundukkan mata, meletakkan kopi di depannya, lalu menjawab sekenanya, "Ada barang yang ketinggalan di rumah, jadi aku pulang untuk ambil. Aku lupa kasih tahu kamu."

Setelah itu, dengan sangat natural aku menyerahkan dokumen di tanganku kepadanya. "Ini kontrak pengembangan lahan di kawasan timur kota kali ini, perlu tanda tangan."

Zenith tidak bertanya lebih jauh. Dia menerima dokumen itu dariku, membalik dua halaman dengan asal-asalan, lalu mengambil pena dan menandatangani tiga halaman tanda tangan terakhir satu per satu.

Melihat dia benar-benar membubuhkan tanda tangan, hatiku yang sedari tadi gugup, kini akhirnya bisa tenang. Dia tidak akan tahu kalau di antara tiga halaman tanda tangan itu, aku menyelipkan halaman terakhir surat perjanjian cerai.

Bagaimanapun, sebagai sekretarisnya, aku tidak pernah melakukan kesalahan dalam pekerjaan selama lima tahun ini. Lama-kelamaan, dia jadi tidak lagi memeriksa detail dokumen yang kuberikan.

Kalau tidak begitu, mana mungkin semua ini berjalan semulus ini.

Setelah selesai menandatangani, Zenith meletakkan pena lalu memijat pelipisnya.

"Alena, beberapa hari ini kita terus sibuk mengurus proyek pengembangan. Kamu pasti capek sekali, ya? Untuk mengganti ulang tahun pernikahan minggu lalu, malam ini aku sudah pesan restoran yang kamu suka. Kita makan malam bersama, ya..."

Kalimatnya belum selesai ketika pintu tiba-tiba didorong terbuka. "Kak Zenith, aku bosan sekali. Aku datang cari kamu, kamu nggak keberatan, 'kan?"

Terdengar suara seorang wanita yang merdu. Aku menoleh dan melihat wajah cantik yang cerah dan menawan.

Vanya.

Cinta pertama Zenith.

Perhatian Zenith langsung sepenuhnya tertuju padanya. Dia sempat tertegun sejenak, lalu sudut bibirnya melengkung dengan lembut. "Tentu saja nggak. Jarang-jarang Bu Vanya datang berkunjung, cepat masuk dan duduk."

Setelah itu dia berkata dengan nada datar kepadaku, "Kontraknya sudah selesai ditandatangani, kamu bisa keluar." Sikapnya padaku benar-benar berbeda jauh dibanding beberapa detik yang lalu.

Baru saat itu Vanya menyadari keberadaanku yang berdiri di samping. Dia menjulurkan lidah dengan sedikit malu. "Kakak ini pegawai Kak Zenith ya? Cantik sekali."

Aku tidak menjawab, hanya mengangguk pada Zenith lalu berbalik keluar dari kantor.

Saat pintu tertutup, aku melihat Zenith berdiri dari kursi kerjanya lalu berjalan ke depan Vanya dengan suara lembut.

"Dia? Cuma sekretaris. Dasar kamu ini, kenapa nggak bilang-bilang dulu kalau mau datang. Mau aku suruh mereka siapkan teh sore untukmu?"
Expand
Next Chapter
Download

Latest chapter

More Chapters

To Readers

Selamat datang di dunia fiksi kami - Goodnovel. Jika Anda menyukai novel ini untuk menjelajahi dunia, menjadi penulis novel asli online untuk menambah penghasilan, bergabung dengan kami. Anda dapat membaca atau membuat berbagai jenis buku, seperti novel roman, bacaan epik, novel manusia serigala, novel fantasi, novel sejarah dan sebagainya yang berkualitas tinggi. Jika Anda seorang penulis, maka akan memperoleh banyak inspirasi untuk membuat karya yang lebih baik. Terlebih lagi, karya Anda menjadi lebih menarik dan disukai pembaca.

No Comments
10 Chapters
Explore and read good novels for free
Free access to a vast number of good novels on GoodNovel app. Download the books you like and read anywhere & anytime.
Read books for free on the app
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status