Rahasia di Kabin Kemudi
Pipiku memerah, aku tidak sanggup melanjutkan kalimatku.
Pak Bima tiba-tiba menarik kakiku yang saling bertaut erat seperti lilitan dari tuas kemudi, lalu berkata dengan tatapan memohon, "Kak, kumohon... Suamimu juga nggak berguna. Kamu yang secantik ini, apa nggak merasa kesepian? Aku hanya ingin membantumu. Tenang saja, setelah ini aku akan tutup mulut rapat-rapat..."
Setelah mengatakannya, tangannya yang besar dan panas menyusup ke bawah rokku.