Sang Maharaja yang Terlupa
"Para leluhur membangun pintu ini bukan untuk memenjarakan air, melainkan untuk menguji mereka yang ingin melewati rahim bumi menuju tanah suci. Dengarkan bunyi ukirannya, Arga. 'Sang penopang tidak memukul batu, ia merangkulnya hingga batu itu rela menyingkir. Air tidak mendobrak gunung, ia meresap ke dalam nadi hingga gunung itu membuka jalan.'"
Arga menatap mata Dewi, mencari makna di balik kata-kata kuno itu. Air terus naik, kini menyentuh bibirnya. Ia memejamkan mata, membiarkan dirinya tenggelam sebatas hidung, hanya menyisakan kepalanya di atas permukaan. Ia harus berhenti berpikir seperti seorang ksatria yang ingin menaklukkan rintangan, dan mulai berpikir seperti air yang ingin meny
Hot Chapters