Misi Bertemu Cinta
Tak banyak kata yang ada di dalamnya.
"Baca dengan keras, Ning." Imaz menyeru sambil menahan tawa.
Ning Fiyyah membacakan isi suratnya, "Hai kasihku! Tak ada seorangpun yang menandingi dihatiku tak ada bagianpun kecuali kamu. Memang, diriku bersama orang lain yang ada disisiku, tapi sungguh hatiku selalu ingat kamu wahai kasih. Diriku memang santai disisi orang lain, tapi ketentraman hatiku hanya dihati kekasih. Kala engkau mendekat, akupun mendugamu bahwa kau lebih indah dari bulan purnama, hingga hati inipun tersesat sebab mencintaimu."
Hot Chapters