Terjebak Hasrat Terlarang Tetanggaku
Mereka memilih meja di pojok, dekat jendela.
“Wah, tempatnya cozy juga ya,” ujar Rina sambil membuka menu.
“Katanya tempat ini terkenal sama sop buntutnya.”
“Fix, aku pesan itu.”
“Dan kopi lagi?” goda Fahmi.
“Of course. Aku butuh kafein biar gak nangis,” jawab Rina jujur.