Filtrar por
Estado de actualización
TodoEn cursoCompletado
Ordenar por
TodoPopularRecomendaciónCalificacionesActualizado
Terjebak Hasrat Terlarang Tetanggaku

Terjebak Hasrat Terlarang Tetanggaku

Mereka memilih meja di pojok, dekat jendela. “Wah, tempatnya cozy juga ya,” ujar Rina sambil membuka menu. “Katanya tempat ini terkenal sama sop buntutnya.” “Fix, aku pesan itu.” “Dan kopi lagi?” goda Fahmi. “Of course. Aku butuh kafein biar gak nangis,” jawab Rina jujur.
10101.5K vistasCompletadoAñadido a la biblioteca 3.1K veces como kopi di meja cafe
Leer
+Biblioteca
SUGAR DADDY TERAKHIRKU

SUGAR DADDY TERAKHIRKU

Aroma cafe itu memang dipenuhi kopi. Mae hanya mengangkat bahu. Bukan tidak terganggu, tapi Mae tidak masalah kalau hanya mencium aroma—dan tidak secara tiba-tiba ada. Ia tahu dan bersiap—kafe akan beraroma kopi pastinya. Mae hanya perlu tidak memesan kopi. Mae membawa Mama Carol ke kafe yang tadi dikunjunginya bersama Poppy, karena memang hanya cafe itu yang akrab untuknya. Mae belum banyak berkeliling. Kebetulan tempatnya juga tidak jauh dari stasiun.
1033.3K vistasCompletadoAñadido a la biblioteca 931 veces como kopi di meja cafe
Show Reviews (19)
Leer
+Biblioteca
Sierra
sepenasaran-penasaranku pada kelanjutan kisah mae-ash lebih penasaran lagi ama author yg seolah ga kehabisan ide bikin cerita semua novelnya jd karya yg berhasil bikin pembaca jatuh cinta. mana karakter2 utamanya tipikal cerdas semua duh. ka ai ga pengen buka kelas onlen ngajar nulis ta aku mau jadi
Silent Heart
Lanjut ke 'Sugar Daddy Terakhirku', sub judulnya aja tertata rapi dan indah. Dan jalan ceritanya bener-bener beda dari novel sebelumnya yang ku baca. Jadi gak bosen sama sekali. Per bab nya selalu bikin penasaran dan banyak kejutan. Gak sabar tunggu karya Kak Ai selanjutnya. Semangat terus ya Kk Ai
Read All Reviews
ANTERIOR
1
...
5678910
ESCANEA EL CÓDIGO PARA LEER EN LA APP
DMCA.com Protection Status