Library
Filter By
Updating status
AllOngoingCompleted
Sort By
AllPopularRecommendationRatesUpdated
DIARY SKIZO

DIARY SKIZO

Ah entahlah, mungkin uang memang bisa mempermudah segala urusan pemiliknya. Sesampainya kami di lantai dasar, kulangkahkan kaki memasuki sebuah cafe bernuansa cokelat muda dengan suasana tradisional yang terletak beberapa puluh meter di samping lobi. Menyelipkan diri diantara sebuah meja dengan empat buah kursi kayu mengelilinginya. Kuambil tempat favorit di pojok ruangan. Sementara Kaff baru saja kembali setelah memesan minuman untuk kami berdua.
106.2K viewsCompletedAdded to Library 129 Times as kursi cafe
Read
+Library
Cintamu Palsu

Cintamu Palsu

protes Sarah saat keduanya sedang mencari kursi kosong untuk tempat duduk mereka. "Gak apa-apa. Tempat ini hanya sebuah cafe bukan bar jadi aman kok dan kita bisa ngobrol santai disini." jawab Ivan disertai senyuman. "Nah itu kursi kosong. Kesana yuk." sambung Ivan. Keduanya lalu menuju kursi kosong yang tadi telah ditunjuk Ivan. Semua meja hampir penuh karena memang di jam seperti itu banyak sekali pemuda pemudi yang sedang mengunjungi tempat itu, entah untuk makan malam atau sekedar nongkrong sambil menikmati fasilitas wi-fi secara gratis hanya dengan membeli segelas minuman dan satu macam menu camilan.
4.2K viewsOngoingAdded to Library 96 Times as kursi cafe
Read
+Library
Cinta di Kursi Roda

Cinta di Kursi Roda

Mereka meninggalkan kantor, langkah mereka terasa lebih ringan dari biasanya, seolah-olah beban yang selama ini mereka tanggung telah perlahan terangkat. Begitu tiba di kafe, aroma kopi segar menyambut mereka, berpadu dengan alunan musik jazz yang lembut. Kafe itu memiliki pencahayaan remang-remang, memberikan nuansa hangat dan intim yang membuat hati terasa tenang. Raka dan Laila memilih meja di sudut, dekat jendela besar yang memperlihatkan pemandangan malam kota yang indah dengan gemerlap lampu.
2.0K viewsCompletedAdded to Library 79 Times as kursi cafe
Read
+Library
Dinodai adiknya, dinikahi kakaknya

Dinodai adiknya, dinikahi kakaknya

Yang ia butuhkan hanya kursi, meja, makanan, dan sedikit ketenangan. Mereka melangkah ke sebuah kafe di lantai dua. Nuansanya hangat, lampu kuning redup berpadu dengan interior kayu dan sentuhan hijau tanaman hias. Aroma kopi yang baru digiling bercampur dengan harum pastry yang baru keluar dari oven. Musik instrumental lembut mengalun dari speaker, cukup untuk mengisi ruang tanpa mengganggu percakapan. Seorang pelayan menyambut mereka dengan senyum ramah. Bagas hanya mengangguk singkat, sementara Rio yang lebih terbiasa dengan interaksi seperti itu langsung memesan meja di sudut.
9.314.1K viewsCompletedAdded to Library 282 Times as kursi cafe
Read
+Library
Pelakor Tak Pantas Bahagia

Pelakor Tak Pantas Bahagia

Brak! Prang! Kursi di banting, kaca dan piring jatuh dan pecah, semua orang menoleh ke arah benda yang di jatuhkan. Ternyata pemilik cafe yang membanting kursi agar mereka berhenti. “Pergi kalian dari cafe saya, kalau mau ribut, di lapangan, jangan di sini!” ucapnya menahan amarah. “Huuuuuu,” teriak para pengunjung yang tontonan gratis mereka di kacaukan.
1017.4K viewsCompletedAdded to Library 521 Times as kursi cafe
Show Reviews (11)
Read
+Library
Septy
Pelakor nggk ada beda ny Ama wanita panggilan ya. Dinikmati, trus ditinggalkan dan diksih duit. Cuma bisa nahan cemburu tanpa bisa ngapa-ngapain. Cuma jdi pemuas nafsu semata. Suami akan tetap kembali ke istrinya, dan elu cuma bisa gigit jari. keren kk crita ny,diawal bab ja dh greget bgt. semangat
RIA
Pelakor = wanita panggilan... di temui jika si pria ingin menyalurkan hasrat ketika selesai di beri duit lalu pergi ..marah dan cemburu tapi tak bisa mengungkapkan semua itu karna dia tak punya hak atas hidup si pria,semangat othor jgn kasih kendor
Read All Reviews
I Saed Lupyu

I Saed Lupyu

Menurutku, kafe ini masih bisa dijangkau oleh anak-anak sekolah yang memiliki budget kecil untuk jajan. Saat aku sampai, deretan kursi minimalis modern terpampang rapi menyambutku. Warna hitam mendominasi bangunan tersebut. Dari mulai meja, kusen pintu, sampai cat di dalam ruangan, semua warna hitam, hanya kursi dan kaca saja yang warnanya berbeda. Aku menunggu Sae datang sambil mencoba mencari sedikit ide untuk bahan naskah pidatoku nanti, sesekali mengamati keadaan sekitar. Tak berselang lama setelahnya, Sae datang dengan seragam sekolah yang masih lengkap. “Halo, Adis,” katanya sambil melambai di atas motornya. Aku mengangguk dan membalas lambaian tangannya pelan.
108.1K viewsCompletedAdded to Library 298 Times as kursi cafe
Read
+Library
Menantu Terbuang Kini Hidup di Puncak Dunia

Menantu Terbuang Kini Hidup di Puncak Dunia

Dan ia bahagia. Atau... begitulah semestinya. --- Interior kafe itu bergaya industrial: lampu gantung logam, tembok bata ekspos, dan kursi-kursi kayu berpelapis kulit sintetis. Jendela besar menghadap ke atrium mal yang ramai. Tari duduk di meja dekat jendela, mengenakan blouse satin warna krem dan celana kulot putih gading. Tas kecil dari brand mahal tergantung di sisi kursinya.
1011.6K viewsCompletedAdded to Library 288 Times as kursi cafe
Read
+Library
Kursi Panas di Kantor

Kursi Panas di Kantor

Giselle menatap ke arahnya dan senyumnya semakin lebar dan cantik. “Iya, aku lihat dari sini, rame banget ya kafe ini di jam-jam seperti ini.” ucap Giselle seraya membantu Akira meletakkan cangkir kopi mereka serta dua piring berisi cake pandan gula aren dan juga cake coklat best seller kedai kopi ini. “Gimana-gimana, kamu tadi mau buat rencana seperti apa?” tanya Giselle antusias.
1029.7K viewsCompletedAdded to Library 921 Times as kursi cafe
Read
+Library
Cinta yang hilang

Cinta yang hilang

Alhasil mereka berdua memlih pesanan yakni nasi goreng India dengan minuman lemon tea. "Ishh, kamu mesennya tiru-tiru aku," kata Dimas setelah memberikan daftar minumannya ke pelayan kafe itu. Kafe itu tampak begitu klasik dengan konsep kafe vintage, dimana kursi dan mejanya terbuat dari kayu yang dipoles halus sehingga terlihat mengkilap dilengkapi lampu berwarna kuning sehingga cahaya yang dikeluarkan nampak remang-remang. "Kan kamu calon imanku, jadi aku harus mencontoh kamu lah," jawab Refita sedikit menggombal kepada kepada Dimas. Sontak Dimas pun tersenyum lebar dengan sedikit ketawa.
106.5K viewsOngoingAdded to Library 259 Times as kursi cafe
Read
+Library
Simpanan Nyonya CEO

Simpanan Nyonya CEO

Ketika melewati jalan di kawasan pinggiran pantai di sana terlihat sebuah cafe cantik, Cristy meminta untuk singgah di cafe itu Roy pun menuruti keinginannya. Dua jenis minuman segar dan beberapa menu makanan di cafe itu mereka pesan, mereka memilih duduk di bagian luar ruangan cafe yang di sana disediakan meja berbentuk bundar dengan dua buah kursi seperti dikhususkan buat pelanggan yang berpasangan. “Kamu udah punya, Roy?” tanya Cristy memulai obrolan mereka sambil menikmati menu makanan dan minuman yang dipesan.
1028.6K viewsOngoingAdded to Library 944 Times as kursi cafe
Read
+Library
PREV
123456
...
10
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status