Sri Sultan
Kakinya terus melangkah memasuki ruangan inti kerajaan yang dahulu sering digunakan ayahnya untuk melakukan pertemuan dengan para pejabat istana.
“Kita akan membicarakan semuanya di sini,” ucap Zivana, lalu perlahan menaiki tangga menuju kursi tertinggi kerajaan. Tempat duduk terbuat dari emas, singasana milik ayahnya. Wajahnya mendadak sayu, membayangkan kerajaannya saat itu yang sangat indah diselimuti kebahagiaan. Sekarang semua itu sudah lenyap.
"Aku merindukan kalian," batin Zivana menunduk, sembari menarik napas panjang.
Bab Populer