Pernikahan Tanpa Anak, Suamiku Menghamili Cinta Pertamanya
Saat kembali setelah merantau di luar negeri selama setahun, aku mendapati suami yang dulu sepakat hidup tanpa anak denganku ternyata sudah memiliki anak dengan cinta pertamanya. Aku membuat keributan besar dengannya, tetapi ekspresinya malah terlihat tenang.
"Suaminya Karlina nggak bisa punya anak. Dulu dia yang menemaniku melewati masa-masa kelam itu, sekarang aku harus balas budi padanya," kata suamiku.
Bahkan mertuaku pun membujukku, "Punya anak bisa untuk menemani masa tua. Kamu anggap saja itu anakmu sendiri, saat kamu tua nanti juga jadi ada yang merawatmu, 'kan?"
Saat menatap Yunda, aku hanya merasa sangat tersiksa. "Aku bisa membesarkan anak itu, tapi kamu harus memutuskan semua hubunganmu dengan Karlina. Ini batasanku."
Namun, Yunda malah langsung melemparkan surat perjanjian cerai untuk mengancamku. "Aku dan Karlina adalah orang tua kandung anak itu. Aku nggak sanggup memisahkan anak kami dengan orang tua kandungnya."
"Baiklah. Kalau begitu, kita cerai saja," balasku.