PERFECT HUSBAND
ucap bang Azzam pelan mengelus kepala istrinya itu yang nyender di bahunya,
Seketika Tirai itu terbuka, mataku membulat melihat Vano duduk diatas kursi dengan gitar ditangan dan pengeras suara. tiba-tiba saja aku gemetar seolah tak percaya.
"Selamat Sore, ekhem. Saya sedikit nervous karna saya ingin menyanyikan lagu untuk princes saya yang pernah menghilang waktu itu, dan saya berharap dia suka dengan pertunjukan ini."ujarnya, Aku menghela nafas saat si Layar panggung itu diputar video beberapa Album foto yang Vano ambil diam-diam waktu itu, Entah kenapa mataku terasa basah dengan Alunan musik itu, di tambah lagi suara Vano yang indah bersenandung.
Sikat na Kabanata