MAWAR
Nico terkekeh, "hei aku bukan seorang pembunuh, tenang saja aku tidak akan membunuh mu."
Mawar semakin panik karena dia tidak bisa kabur dari Nico, tentu saja Nico seorang pembunuh, dia masih ingat dulu bagaimana pria itu membunuh seseorang yang pria itu fikir selingkuhannya di depan matanya dengan jelas, membuat Mawar memiliki rasa trauma. "Aku harap kau tidak melupakan bagaimana kau membunuh pria malang itu dengan sadis, dasar bedebah!" Kobaran kebencian terlihat jelas di mata Mawar.
Kedua alis Nico terangkat, senyum miring terukir di wajahnya. "Begitukah? Aku harap kau tidak lupa, kau yang membiarkan itu terjadi, sayang."