Filter By
Updating status
AllOngoingCompleted
Sort By
AllPopularRecommendationRatesUpdated
Keluarga Beracun

Keluarga Beracun

jahatnya aku! “Kok kotor banget sih, Mbak! Nggak pernah bersihin, ya?” ucapnya sambil menutup hidung. Dia membuka lemari pakaian dan langsung melompat begitu melihat ada kecoa yang terbang keluar. “Mbak! Aku nggak mau di kamar ini! Jijik aku lihatnya!” Anggita menggelinjang menahan geli.
17.4K viewsCompletedAdded to Library 505 Times as macabre
Read
+Library
Rahasia Majikanku

Rahasia Majikanku

Sesosok mayat tampak terbujur dengan anggota badan yang masih utuh. Muntah. Akhirnya kami semua tak sanggup lagi menahannya. Sebusuk inikah aroma bangkai manusia? Kupikir bangkai ayam sudah busuk. Ternyata bangkai manusia seratus kali lebih busuk hingga mengorek isi perut orang yang mencium aromanya. Nyonya Margareth sebagai ibunya saja tak sanggup mendekat. Ia jijik saat melihat jasad yang masih utuh. Awalnya ia mendekat ingin memeluk. Aroma itu membuatnya muntah dan menjauh.
1022.1K viewsCompletedAdded to Library 595 Times as macabre
Read
+Library
FATAMORGANA

FATAMORGANA

Ada rasa geli dan risih laki-laki itu berdekatan dengan makhluk jadi-jadian yang satu ini. "Hei, Tampan, boleh kenalan dong?" Keyko spontan menggeser badannya dan berdiri tepat di belakang Adrian ketika si Pay ini mencolek lengannya. "Heh, Dri! Bilang sama orang ini, jauh-jauh dari Aku!" ucapnya dengan bibir gemetar. Rupanya dia phobia dengan makhluk bernama bencong itu. Aku tertawa lebar tanpa aku sadari. Dan itu membuat Keyko membulatkan bola matanya ke arahku dengan kesal.
108.7K viewsOngoingAdded to Library 208 Times as macabre
Read
+Library
MAWAR

MAWAR

Nico terkekeh, "hei aku bukan seorang pembunuh, tenang saja aku tidak akan membunuh mu." Mawar semakin panik karena dia tidak bisa kabur dari Nico, tentu saja Nico seorang pembunuh, dia masih ingat dulu bagaimana pria itu membunuh seseorang yang pria itu fikir selingkuhannya di depan matanya dengan jelas, membuat Mawar memiliki rasa trauma. "Aku harap kau tidak melupakan bagaimana kau membunuh pria malang itu dengan sadis, dasar bedebah!" Kobaran kebencian terlihat jelas di mata Mawar. Kedua alis Nico terangkat, senyum miring terukir di wajahnya. "Begitukah? Aku harap kau tidak lupa, kau yang membiarkan itu terjadi, sayang."
105.9K viewsOngoingAdded to Library 194 Times as macabre
Read
+Library
MADU YANG BERACUN

MADU YANG BERACUN

Hingga buku-buku tangannya nampak jelas. “Istilah itu hanyalah bungkus moral untuk menutupi racun yang mematikan bagi perempuan, agar luka tampak halus dan ketidakadilan menjadi jinak,” kata Embun tajam. Senyum sinis itu kembali muncul, dadanya terasa seperti ditusuk-tusuk. Dia memukul setir.
105.3K viewsCompletedAdded to Library 196 Times as macabre
Read
+Library
PREV
1234567
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status