Library
Filter By
Updating status
AllOngoingCompleted
Sort By
AllPopularRecommendationRatesUpdated
SEQUOIA

SEQUOIA

Nihil, kalo Joi bilang tidak ya tidak. Senyum Baskara terbentuk indah, sempat dipuji Joi dalam hati. Ya ... kalau tentang ketampanan sih Joi tak dapat menyangkal. "Ayo masuk!" Beda dari biasanya, Baskara tidak lagi menyeret Joi seperti yang lalu. Kini ia mengimbangi jalan cewek itu, sehingga terlihat alami. Padahal Joita sedang menahan umpatan sekarang, karena Baskara mengapitnya tepat di ketek. Tidak bau, harum malah. Sayang, Joi tidak menyukai aromanya, dapat ia tebak bahwa Baskara memakai aroma citrus. Ya, citrus, parfum yang kata orang segar karena beraroma jeruk. Tapi, lain lagi untuk Joi. "Selera parfum lo aneh!"
7.52.9K viewsOngoingAdded to Library 108 Times as sombre
Read
+Library
Arimbi

Arimbi

Mengoleskan lipstik merah menyala, Ratih tersenyum lebar menunjukkan kebahagiaannya. Kematian Arimbi menghilangkan seluruh beban yang selama ini Ratih pikul. Dunia seakan kembali terang benderang, hidupnya yang suram telah sirna dan berganti menjadi orang paling berbahagia. Sayangnya Leo sedang kecewa berat padanya, kalau tidak Ratih ingin sekali mengajak lelaki itu merayakan kemenangannya semalaman penuh.
104.0K viewsOngoingAdded to Library 133 Times as sombre
Read
+Library
Remorse

Remorse

Dya_Apriliaaa Kamu sangat sempurna, hingga aku merasa malu mencintaimu_. #QuoteHariIni Kalimat itulah yang tertulis rapi dibawah foto pemandangan indah yang Nadya ambil tadi pagi. Beberapa menit berlalu, hingga postingan yang ia buat dipenuhi oleh komentar para pengikutnya. Naynay18 Siapa tuh🤓 Emamama_- Kasmaran ya mbaknya:v Yunia.Harara Kesiapa aja boleh asal jangan ke @Damarangga13🤗
103.2K viewsCompletedAdded to Library 117 Times as sombre
Read
+Library
Penguasa Pedang

Penguasa Pedang

img:first-child]:pt-0 *:[img:first-child]:rounded-t-xl *:[img:last-child]:rounded-b-xl shadow rounded-md ring-1 ring-foreground/20 fix-size fix-edge chapter-theme" data-slot="card" data-size="default" data-variant="default"> Lima pancaran cahaya hitam, seperti tombak maut, membawa aura yang sangat berbahaya, langsung menghantam Lin Xuan.
1013.4K viewsOngoingAdded to Library 456 Times as sombre
Read
+Library
Sisa Cahaya di Jalan Gelap

Sisa Cahaya di Jalan Gelap

suaranya meninggi. Ratri menoleh sebentar, menatap Galuh dengan mata sayu yang kosong. Tidak ada benci, tidak ada cinta, tidak ada ketakutan, hanya kehampaan. Tanpa kata, ia kembali menunduk, melipat kain dengan tenang.
733 viewsOngoingAdded to Library 21 Times as sombre
Read
+Library
Skandal Di Balik Meja Pengacara

Skandal Di Balik Meja Pengacara

Soraya langsung menoleh, gerakan lehernya cepat dan antisipatif. Soraya bertemu tatap dengan Damien yang entah sejak kapan sudah berdiri di sampingnya. Pria itu tampak menjulang, mengenakan tuksedo hitam pekat yang dipotong sempurna mengikuti tubuh atletisnya, dengan dasi kupu-kupu yang sedikit miring, memberikan kesan rogue yang menawan di tengah lautan pria-pria kaku berdasi lurus. Satu tangannya memegang gelas berisi cairan amber gelap, sementara tangan lainnya terselip santai di saku celana. Matanya, yang segelap malam tanpa bintang, sedang menelusuri garis leher Soraya, turun ke bahu, lalu berhenti lama di punggung terbukanya. Soraya mengerjap, menstabilkan detak jantungnya yang melonja
103.5K viewsOngoingAdded to Library 100 Times as sombre
Read
+Library
Tiga Mayat Satu Takdir

Tiga Mayat Satu Takdir

Sarah membantu, memandu tangannya dengan Mata Sihir untuk menangkap detail yang tak terlihat mata biasa. Tiba-tiba, suara ranting patah terdengar dari kejauhan, diikuti bisikan kasar yang terbawa angin. Kael membeku, tangannya menyala dengan kabut hijau kehitaman dari Racun Melemahkan, matanya menyipit ke arah sumber suara. Angin membawa aroma baru—bau logam tajam dan kulit yang diasapi, tanda manusia, tapi ada juga bau lain, lebih gelap, seperti tinta kering dan darah yang membusuk. Sarah menegang, Mata Sihir-nya menangkap bayangan samar di antara pohon. “Bukan satu kelompok—ada dua,” bisiknya, suaranya penuh peringatan. “Satu bau seperti pemburu Crimson… yang lain punya lambang mata berdar
102.6K viewsOngoingAdded to Library 55 Times as sombre
Read
+Library
GRAY LOVE

GRAY LOVE

Wkwkwk Mira: Oke gue bubarin Mira left group Karina left group Syara tak sanggup mengatakan apa pun. Lidahnya mendadak kelu. Ia teringat sesuatu. Benarkah yang Rendi katakan? Ini memang bukan pertemanan yang sehat. Ini pertemanan palsu. Toxic.
2.3K viewsOngoingAdded to Library 64 Times as sombre
Read
+Library
LORO

LORO

Lir ilir, lir ilir Tandure wis sumilir Tak ijo royo-royo tak senggo temanten anyar Cah angon-cah angon penekno blimbing kuwi Lunyu-lunyu yo penekno kanggo mbasuh dodotiro Dodotiro-dodotiro kumitir bedhah ing pinggir Dondomono jlumatono kanggo sebo mengko sore Mumpung padhang rembulane Mumpung jembar kalangane
104.1K viewsOn holdAdded to Library 81 Times as sombre
Read
+Library
NIGHTMARE

NIGHTMARE

Kemudian Reviline memilih memutuskan sambungan teleponnya. Tangannya mengelus rambut pirang milik Irene dengan lembut. Dia menatap wajah gadis Broune itu, bulu matanya terlihat begitu lentik dengan hidung mungil yang lancip. Bibirnya tipis dengan tahi lalat kecil di sudut bibir kanannya. Kulitnya seputih porselen sangat kontras dengan warna alami rambutnya yang berwarna pirang. Mata Reviline bahkan tak bisa berpaling dari wajah Irene, entah kenapa gadis itu seperti mempunyai magis tersendiri hingga membuat Reviline betah untuk menatapnya.
9.93.0K viewsOngoingAdded to Library 104 Times as sombre
Read
+Library
PREV
1234567
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status