Filter dengan
Status pembaruan
SemuaSedang berlangsungSelesai
Sortir dengan
SemuaPopulerRekomendasiRatingDiperbarui
Mémoire

Mémoire

Bobby menatap Hans dingin. Pria di depannya lebih mirip dengan zombie di film daripada manusia hidup. Seluruh tubuhnya berwarna merah pekat sementara wajahnya hampir tidak bisa dikenali lagi, meski begitu Hans terus saja mengatakan jika dia tidak mengetahui siapa yang memegang duplikat XOXO dan dimana keberadaannya. "A-ku su-dah mengatakan bah-wa bu-kan ak-u." Ucap Hans terbata.
102.4K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 50 kali sebagai macabre
Baca
+Pustaka
Bisikan Kematian

Bisikan Kematian

Makhluk yang tidak memiliki satu mata, dan kepalanya ancur sebelah. "Ada apa?" tanya Pak Ibra dengan senyuman seringaiannya.
104.6K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 106 kali sebagai macabre
Baca
+Pustaka
Complicated

Complicated

Seakan tidak takut dalam berucap, atau tidak sadar yang dikatakannya berhubungan dengan—kematian! Raska belum mau merespon, yang pasti mulai mendekat dan duduk di kursi. “Hee! Aku nanya loh!” Namanya Dehan, kini menatap sebal Raska. Raska masih bungkam, manik hitamnya mulai mengamati Dehan ternyata lebih pucat darinya. Seakan lebih menahan rasa teramat sakit, meskipun dirinya juga sama dengan penyakit berbeda. Namun, Raska menganggap yang dirasakan Dehan—sudah tidak memiliki gairah hidup dan menganggap benar-benar akan lenyap dari dunia.
106.6K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 177 kali sebagai macabre
Baca
+Pustaka
SCANDAL

SCANDAL

cerocosnya. Nonavi dan Anna yang mendengarkan penjabaran dari Lais hanya bisa bergidik ngeri dan menelan saliva. Bel pun berbunyi tanda para mahasiswa harus masuk ke ruangan masing-masing untuk mengikuti matkul. Saat semua para mahasiswa sudah duduk dalam ruangan, sosok cantik tapi menyeramkan akhirnya memasuki ruangan dan berdiri didepan. Dia adalah Miss Ira, yang terkenal killer.
101.2K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 30 kali sebagai macabre
Baca
+Pustaka
THE DEAD WALK

THE DEAD WALK

** Sebuah suara keras menggema dari dalam. Mereka semua langsung menegang. Marco mengarahkan senjatanya. “Apa itu?” Aldric memperhatikan lorong gelap di depan mereka. Tiba-tiba, sesuatu muncul dari kegelapan. Bukan zombie biasa. Makhluk ini lebih tinggi, lebih besar. Kulitnya lebih hitam, matanya menyala merah. Dan yang paling mengerikan— **Ia memiliki kecerdasan.**
101.3K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 40 kali sebagai macabre
Baca
+Pustaka
Pembunuh Surgawi

Pembunuh Surgawi

Pekik Nerisa tatkala tubuhnya menghantam bebatuan dan berguling bersama mayat Ricadh. Napas Nerisa memburu, dia menggulingkan diri dan bangkit. Bibirnya berdecak dengan netra menyendu tatkala menatap mayat Ricadh di bawahnya. "Heavenly sialan." Umpat Nerisa mengingat kekejaman pria tua itu, tangan Nerisa terkepal sebelum bergerak menutup kedua mata Ricadh, menunduk dan membentuk simbol Lord Blessed and Holy Night.
10893 DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 34 kali sebagai macabre
Baca
+Pustaka
Teror Ghaib

Teror Ghaib

tanya Sabrina pada Desy yang membersihkan goresan lukanya yang terakhir dengan alkohol. “Nggak akan,” sahut Desy, “udah bersih itu.” “Sialan banget itu si Emma,” kata Sabrina. “Bukan Emma. Mahluk astral yang ngerasukin dia tepatnya,” sahut Desy. “Halah sama aja,” sahut Sabrina. Anne menghembuskan napas panjang. “Lagian kamu sih mulai duluan. Ngapain pakai gebrak-gebrak meja segala!” katanya.
3.5K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 102 kali sebagai macabre
Baca
+Pustaka
Mayat Berkepala Terbalik

Mayat Berkepala Terbalik

Karena terlalu kecil. Kilatan foto polaroid yang kedua hanya bergambar seorang gadis remaja dengan potongan rambut pendek dan cara berpakaiannya terlihat kuno. Lalu warna hitam gelap menyelimuti pengelihatan Romo Thomas. Romo Thomas pun membuka matanya. Dan mencium aroma bunga melati di dalam kamarnya. "Apakah akan ada seorang gadis remaja yang tewas malam ini?"
888 DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 21 kali sebagai macabre
Baca
+Pustaka
Lahir Kembali Menjadi Undead

Lahir Kembali Menjadi Undead

“Ya. Bisa kau katakan aku ini iblis atau apa. Tapi kurasa kau jauh lebih tahu apa maksud perkataanku barusan.” “Mayat hidup ...undead. Ada monster yang dibangkitkan kembali, dari yang manusia menjadi undead. Apakah aku salah?” “Sudah kuduga kau mengetahuinya.” Sejenak keduanya terdiam. Saat itu, suasana di desa cukup tentram sampai membuat Halbert lupa akan sesuatu hal penting. Begitu kabut mulai turun ke bawah, Rachel membawakan keranjang berisikan dua buah. Lalu memberikannya pada Halbert.
103.0K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 74 kali sebagai macabre
Baca
+Pustaka
Penguasa Utara dan Sistem Intelejen Pengubah Takdir

Penguasa Utara dan Sistem Intelejen Pengubah Takdir

Noda darah di salju tidak sepenuhnya membeku; warnanya hitam dan kental, dengan bau amis yang aneh. Thomas berlutut dengan satu kaki dan menggunakan belatinya untuk membedah sisa-sisa salah satu monster. Ujung jarinya memeriksa otot bahu dan kaki yang robek, yang terasa aneh dan lengket, seolah bercampur dengan semacam selaput spora. "Strukturnya agak mirip dengan mayat serangga," katanya pelan, alisnya semakin berkerut. Dia mendongak, matanya tajam seperti pisau: "Kalian mendengarnya, Dewa Kuno Frost Abyss, Sang 'Kembali'—orang-orang gila ini sedang berdoa kepada suatu makhluk."
9.67.8K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 233 kali sebagai macabre
Baca
+Pustaka
Sebelumnya
1234567
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status