Menantu Kuadriliuner
imam Bustomipelayan gendut tuan sultanpelayanpelayan kerajaankata kata minta maaf kepada istri
Bukan malah setuju, ucapan Ayyara justru semakin menambah emosi mereka.
“Ayya, kamu tuh, ya … bukannya ngebantu nyuruh suamimu pulang, malah bilang kayak gitu,” cibir Margareth, dan tiba-tiba dia membuka matanya lebar-lebar ketika menyadari sesuatu. “Omg, kamu juga, Ayya! Ngapain kamu duduk di kursi CEO? Yang boleh duduk di kursi itu selain Papa adalah Mas Bahri! Jangan ngelunjak, jangan mentang-mentang kamu ditunjuk Papa, bukan berarti kamu bisa seenaknya!”