Filter dengan
Status pembaruan
SemuaSedang berlangsungSelesai
Sortir dengan
SemuaPopulerRekomendasiRatingDiperbarui
Kehamilan Berujung Perceraian

Kehamilan Berujung Perceraian

Pada ulang tahun pernikahan kami, wanita yang disukai oleh suamiku menunjukkan foto USG di status media sosialnya. Dia juga menuliskan ucapan terima kasih untuk suamiku. "Laki-laki baik yang sudah menjagaku selama sepuluh tahun memberiku seorang anak. Terima kasih." Aku sempat melotot dan berkomentar, "Sudah tahu cuma selingkuhan, tapi masih berani begini?" Aku langsung menelepon suamiku dan memarahinya. "Jangan punya pikiran aneh-aneh! Aku cuma kasih tabung reaksi buat memenuhi keinginannya menjadi ibu tunggal." "Oh ya, Erika saja sudah hamil, kamu yang sudah melakukannya hingga tiga kali masih saja belum hamil. Dasar nggak berguna." Tiga hari yang lalu dia bilang padaku kalau dia harus pergi ke luar negeri untuk urusan bisnis, tidak menjawab telepon atau membalas pesanku. Aku pikir dia sibuk, tetapi tidak disangka dia malah menemani orang lain untuk melakukan pemeriksaan kehamilan. Setengah jam kemudian, Erika memamerkan hidangan mewah di atas meja makan. "Aku bosan sama makan makanan barat, jadi Regha memasak semua makanan kesukaanku." Aku melihat slip kehamilan yang ada di tanganku. Seketika, kegembiraan yang memenuhi hatiku langsung membeku menjadi es. Aku jatuh cinta kepadanya selama delapan tahun, berkomitmen dengannya selama enam tahun dalam ikatan pernikahan. Kali ini, aku akan melepaskan semuanya.
14.9K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 312 kali sebagai meja makan 6 kursi
Baca
+Pustaka
Penantian Yang Tak Berujung

Penantian Yang Tak Berujung

Michael selalu punya kebiasaan membuatku menunggu. Demi membantu perusahaan suamiku melewati masa sulit, aku yang sedang hamil lima bulan, rela pergi menegosiasikan kerja sama di malam tahun baru. Saat orang-orang di meja makan menyinggung soal suamiku, aku langsung reflek mencari alasan untuk membelanya. Aku bertanya padanya kapan dia datang menjemputku dan Michael malah menyuruhku untuk tunggu sebentar lagi. Nyatanya, dia malah bersembunyi di dalam mobil yang hanya berjarak sepuluh meter dariku, bermesraan dengan gadis yang pernah dia santuni. Sementara aku yang sedang hamil dibiarkan berdiri sendirian di tengah salju. Dalam perjalanan pulang, kami terjebak kemacetan parah. Di saat itulah, aku merasakan ada cairan hangat yang mengalir keluar dari tubuhku. Aku menatapnya untuk meminta tolong, tapi seperti biasa, dia hanya menyuruhku menunggu dan menunggu. Dari pantulan jendela, aku melihat layar ponselnya. Detik berikutnya, aku menyaksikan dengan jelas suamiku sedang santai membuka aplikasi chat untuk melanjutkan streak dengan gadis yang lebih muda. Ternyata nyawaku dan anak kami sama sekali tak ada harganya dibandingkan dengan perbincangan itu. Tepat tengah malam, kembang api tahun baru meledak di langit. Namun kali ini, aku tak akan pernah lagi berdiri di tempat yang sama untuk menunggunya.
2.6K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 59 kali sebagai meja makan 6 kursi
Baca
+Pustaka
Velvet Bloodline

Velvet Bloodline

Di balik kemewahan istana bangsawan Eropa, kekuasaan tidak pernah diwariskan dengan damai. Thom Percy, pewaris keluarga aristokrat Britania Raya, tumbuh jauh dari tanah kelahirannya. Pengasingan, pengkhianatan, dan rahasia keluarga membentuknya menjadi sosok dingin yang memahami satu hal: darah biru tidak menjamin keselamatan. Ketika konflik lama kembali menyeret keluarganya ke pusaran politik internasional, Thom terpaksa kembali ke dunia yang sejak lama ia tinggalkan—dunia para Duke, Marquess, dan elit global yang tersenyum di meja makan, namun saling membidik dalam gelap. Di tengah permainan kekuasaan itu, muncul seorang perempuan asing. Seorang penerjemah lisan yang selalu hadir di tempat yang salah—atau mungkin, terlalu tepat waktu. Ia tidak mencari sorotan. Tidak mengejar kekuasaan. Namun setiap langkahnya selalu beririsan dengan peristiwa besar: konferensi politik rahasia, skandal elit global, hingga insiden penembakan yang mengguncang istana bersejarah. Tidak ada yang tahu siapa dia sebenarnya. Tidak ada yang berani bertanya terlalu jauh. Sementara itu, Thom harus memilih: melanjutkan hidup sebagai bayangan yang aman, atau kembali ke pusat permainan—menghadapi masa lalu, mempertaruhkan orang-orang yang ia lindungi, dan menantang kekuatan yang jauh lebih besar dari satu keluarga bangsawan. Dalam dunia tempat hukum bisa dibeli, loyalitas dipertukarkan, dan kebenaran dikaburkan oleh kekuasaan— siapa yang benar-benar memegang kendali?
10469 DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 14 kali sebagai meja makan 6 kursi
Baca
+Pustaka
Hubungan Terlarang Di Kampus

Hubungan Terlarang Di Kampus

“Aku ini dosenmu, nggak boleh begini….” Seorang mahasiswa datang padaku untuk bertanya tentang masalah fisiologis, tapi dia bersikeras memintaku memberikan demonstrasi langsung. Tubuhnya yang kuat membuatku kewalahan hanya dalam beberapa gerakan saja…. “Belum pernah merasakan sensasi senikmat ini, ‘kan?” Aku ditekan ke meja meja kerja oleh mahasiswa sendiri, kedua kakiku pun terbuka lebar tanpa sadar. Dia bilang ada beberapa hal fisiologis yang tak dia pahami dan ingin aku mengajarinya menggunakan tubuhku sendiri….
2.7K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 102 kali sebagai meja makan 6 kursi
Baca
+Pustaka
Putri Pemberontak

Putri Pemberontak

Ayahku menganggap aku terlalu pemberontak, jadi dia menyerahkanku kepada Damian, menugaskannya untuk membentukku menjadi seorang wanita anggun. Bagi dunia luar, Damian adalah pemimpin kejam dari sebuah kerajaan mafia. Tapi bagiku, dia hanyalah pria dengan wajah yang selalu terlihat tegang. Aku mencoba segala cara untuk menentangnya. Aku merusakkan mobilnya. Lalu aku menukar berkas presentasinya dengan rekaman komedi murahan yang paling dia benci dan dia baru menyadarinya saat membuka berkas itu di rapat perusahaaan. Namun, setiap pemberontakanku selalu berakhir sama. Dia memojokkanku, tubuhnya yang besar menutupi tubuhku di atas seprai sutra ranjangnya yang besar, di meja ek yang mengilap, atau di kursi belakang mobilnya yang berlapis kulit. Hangat tubuhnya menyentuh kulitku, jarinya menyapu lekukku seperti bara yang membakar. Gerakannya dipenuhi hasrat liar yang membuatku hampir kehilangan napas. Tubuhku selalu bereaksi meski pikiranku menolak, hingga perlawanku luluh menjadi desahan, dan kehendakku remuk di bawah tindihannya yang tanpa henti. Aku jatuh cinta padanya sepenuhnya, yakin bahwa ini cinta sejati, dan dia adalah cahaya di dunia gelapku. Tapi kenyataannya menghancurkanku. Semua itu hanyalah permainan terencana untuk menaklukkanku, agar aku berhenti berperang dengan kakakku, Karina. Cahaya penunjuk jalanku padam, atau mungkin itu sebenarnya tak pernah ada. Jadi aku menjadi gadis baik dan berhenti melawan. Dia pikir dia sudah menaklukkanku, terikat pada kemauannya. Tapi pada akhirnya, aku berhasil lepas dan meninggalkannya sendiri dengan hati yang hancur.
3.6K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 142 kali sebagai meja makan 6 kursi
Baca
+Pustaka
(Not) One Night

(Not) One Night

Menemani seorang pria asing makan malam bukanlah ide bagus bagi seorang wanita bernama Evelyn Rosalina. Namun karena dia terdesak dan membutuhkan uang dalam jumlah besar, akhirnya Evelyn terpaksa mau mengambil pekerjaan singkat itu. Peraturan awal, Evelyn hanya akan menemani pria itu makan malam di sebuah acara reuni. Namun ternyata, pria itu tak hanya ingin ditemani makan malam saja. "Tidurlah denganku malam ini. Akan kubayar sepuluh kali lipat dari kesepakatan awal." Dan Evelyn akhirnya dihadapkan pada pilihan sulit antara menerima ajakan pria itu atau menolaknya.
1.4K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 41 kali sebagai meja makan 6 kursi
Baca
+Pustaka
Antara Aku, Dia, dan Masa Lalu

Antara Aku, Dia, dan Masa Lalu

Setelah Tia Lestari, teman masa kecil Andre Sonata, kembali duduk di kursi penumpang di sebelahnya, aku tidak ribut atau marah. Aku menurut dan duduk di kursi belakang, tepat di samping sahabat baiknya, Jimmy Tanusubrata. Saat mobil terguncang, lututku tanpa sengaja bersentuhan dengan pahanya yang kuat dan kencang. Aku sengaja tidak menarik kakiku, dan dia juga tetap diam. Di tengah perjalanan, kami melewati rest area. Tia merengek pada Andre agar menemaninya ke toilet. Begitu pintu mobil tertutup, Jimmy langsung meraih tengkukku dan menciumku dalam-dalam. Saat ciuman itu membuatku kehilangan akal sehat, satu pikiran melintas di benakku... Meragukan pria, memahami pria, menjadi pria... benar-benar sebuah kebenaran mutlak.
42.3K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 1.6K kali sebagai meja makan 6 kursi
Baca
+Pustaka
Aku Pelakor?

Aku Pelakor?

Di hari pernikahan putraku, suamiku mengusirku dari kursi utama dan duduk di kursi undangan paling belakang. "Liana nggak menikah seumur hidup dan nggak punya anak karena aku." "Liana cuma mau mewujudkan mimpinya menjadi seorang ibu, hari ini saja. Apa kamu nggak bisa membiarkannya? Kenapa hari ini mesti ribut-ribut?" Aku menoleh ke arah putraku, berharap dia akan menghentikan kekonyolan ini. Akan tetapi, putraku malah berkata, "Itu benar, Bu. Aku sudah memanggilmu Ibu selama 20 tahun. Cuma hari ini saja aku akan memanggil Bibi Liana." "Aku cuma nggak akan ngasih teh ke Ibu. Jadi, bisakah Ibu nggak terlalu mempermasalahkan hal ini?" Menghadapi ayah dan putranya yang kompak ini …. Pada titik ini, tiba-tiba saja aku merasa jika 25 tahun terakhir ini hanyalah sebuah lelucon.
7.4K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 208 kali sebagai meja makan 6 kursi
Baca
+Pustaka
KAIN PENGLARIS

KAIN PENGLARIS

Di sebuah desa yang tenang namun menyimpan banyak rahasia, berdirilah sebuah warung makan sederhana bernama Warung Bu Rini. Tak ada yang istimewa dari tempat itu—kecuali satu hal: warung itu tak pernah sepi pembeli, bahkan di hari-hari paling sunyi sekalipun. Orang-orang hanya bisa menebak-nebak, hingga suatu malam, seorang gadis muda bernama Diah datang bekerja di sana. Sejak hari pertamanya, ia sudah merasa ada sesuatu yang tidak beres. Bau anyir menyengat muncul setiap kali Bu Rini menutup warung. Dari dapur belakang, ia sering mendengar suara bisikan yang memanggil namanya dengan lembut… lalu berubah menjadi tawa mengerikan. Sampai akhirnya Diah menemukan selembar kain lusuh di dalam toples kaca yang disembunyikan di bawah meja altar kecil. Kain itu basah oleh darah yang tak kering, dan setiap kali disentuh, tubuh Diah gemetar ketakutan. Sejak malam itu, mimpi-mimpi buruk mulai datang. Bayangan perempuan berambut panjang dengan kain merah menutupi wajahnya selalu mengikuti ke mana pun Diah pergi. Dan satu demi satu, orang di sekitar warung mulai mati dengan cara yang mengerikan. Apakah benar warung itu mendapat keberkahan dari “penglaris”? Atau sebenarnya, ada perjanjian lama yang menuntut darah sebagai bayaran? “Kain Penglaris” adalah kisah tentang keserakahan, kutukan, dan dosa yang diwariskan dari satu generasi ke generasi lain—karena tidak ada rezeki yang datang tanpa harga.
6483 DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 15 kali sebagai meja makan 6 kursi
Baca
+Pustaka
Bukan Pengawal Komisaris Biasa

Bukan Pengawal Komisaris Biasa

Demi pengobatan sang ibu, Yoshiro Shikazu rela melakukan apapun, termasuk menjadi kriminal. Hanya saja saat ia sedang melaksanakan aksinya, pria jenisu itu mendadak didatangi seorang komisaris polisi yang menawarkannya pekerjaan baru: pengawal putrinya yang bernama Serena Mith. Nona muda cantik yang kini harus duduk di kursi roda....
103.3K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 82 kali sebagai meja makan 6 kursi
Baca
+Pustaka
Sebelumnya
1
...
56789
...
48
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status