Short
Penantian Yang Tak Berujung

Penantian Yang Tak Berujung

Por:  MellaCompletado
Idioma: Bahasa_indonesia
goodnovel4goodnovel
10Capítulos
0vistas
Leer
Agregar a biblioteca

Compartir:  

Reportar
Resumen
Catálogo
ESCANEA EL CÓDIGO PARA LEER EN LA APP

Michael selalu punya kebiasaan membuatku menunggu. Demi membantu perusahaan suamiku melewati masa sulit, aku yang sedang hamil lima bulan, rela pergi menegosiasikan kerja sama di malam tahun baru. Saat orang-orang di meja makan menyinggung soal suamiku, aku langsung reflek mencari alasan untuk membelanya. Aku bertanya padanya kapan dia datang menjemputku dan Michael malah menyuruhku untuk tunggu sebentar lagi. Nyatanya, dia malah bersembunyi di dalam mobil yang hanya berjarak sepuluh meter dariku, bermesraan dengan gadis yang pernah dia santuni. Sementara aku yang sedang hamil dibiarkan berdiri sendirian di tengah salju. Dalam perjalanan pulang, kami terjebak kemacetan parah. Di saat itulah, aku merasakan ada cairan hangat yang mengalir keluar dari tubuhku. Aku menatapnya untuk meminta tolong, tapi seperti biasa, dia hanya menyuruhku menunggu dan menunggu. Dari pantulan jendela, aku melihat layar ponselnya. Detik berikutnya, aku menyaksikan dengan jelas suamiku sedang santai membuka aplikasi chat untuk melanjutkan streak dengan gadis yang lebih muda. Ternyata nyawaku dan anak kami sama sekali tak ada harganya dibandingkan dengan perbincangan itu. Tepat tengah malam, kembang api tahun baru meledak di langit. Namun kali ini, aku tak akan pernah lagi berdiri di tempat yang sama untuk menunggunya.

Ver más

Capítulo 1

Bab 1

Michael tahu betul kalau aku susah mengenali jalan.

Di luar sedang turun salju dan aku dengan perut hamil lima bulan, berjalan mondar-mandir mencari keberadaan suamiku.

Sebenarnya aku tak terlalu marah, karena macet di malam tahun baru itu adalah hal yang wajar.

Namun, dia sudah berjanji akan menjemputku sebelum jam sepuluh malam.

Melalui whatsapp, dia mengarahkanku lari ke sana kemari, tapi setengah jam berlalu, bayangannya tak kunjung terlihat.

Akhirnya, aku meneleponnya, “Michael, kapan kamu datang jemput aku?”

Suara kesal Michael terdengar, “Bisa nggak kamu tunggu sebentar lagi? Ini malam tahun baru, macet di mana-mana.”

Belum sempat aku merespon, telepon sudah dimatikan.

Padahal tadi dia baru saja mengirim pesan bilang sudah sampai di tempat parkir.

Kemudian, aku melihat postingan terbarunya Jessica, gadis yang saat ini sedang disantuni suamiku.

[Jejak yang dia tinggalkan untukku.]

Di bawah tulisan itu ada sebuah foto live, bekas merah di lehernya terlihat sekilas.

Aku menatap layar ponsel, membuka foto itu berulang kali. Suara di dalamnya terdengar sangat jelas.

“Benaran nggak mau jemput istrimu yang teladan itu? Dia lagi hamil lima bulan, lho?”

Si pria tertawa pelan, suaranya terdengar tak peduli, “Hanya jemput saja, biar dia tunggu sebentar lagi.”

“Aku merasa sejak dia hamil, badannya jadi berbau, nggak sewangi kamu.”

Postingan itu diunggah dua jam yang lalu.

Itu suara Michael, meskipun interior mobil di video itu bukan mobil yang kukenal.

Tangan dan kakiku mulai terasa dingin. Kontrak yang kupeluk hangat di dada kini terasa tak ada artinya lagi.

Terakhir kali Michael gagal investasi, operasional perusahaannya langsung terganggu.

Demi mendapatkan kerja sama ini, aku yang sedang hamil besar rela kesana-kemari, bahkan menelan semua hinaan dari pihak investor di meja makan.

Tiba-tiba, lampu mobil di depan menyala, Michael duduk di dalam dengan ekspresi yang sulit dibaca.

Dia ganti mobil baru.

Setengah jam yang lalu, saat aku kebingungan mencarinya, mobil bentley hitam ini sudah terparkir di sini.

Goyangan mobil itu bahkan sempat menarik perhatian beberapa orang.

Rasa sesak memenuhi dadaku, pahit dan menyakitkan.

“Nggak bisakah kamu cari tempat untuk menunggu? Bagaimana kalau anak di perutmu kenapa-napa karena kedinginan?”

Nada bicaranya menyalahkan. Padahal di postingan tadi dia tak bilang seperti itu.

Ternyata, darah daging di perutku jauh lebih penting daripada aku, manusia yang masih bernapas ini.

“Kontraknya sudah ditanda tangan?”

Pertanyaan pertama soal anak, pertanyaan kedua soal kontrak.

Perasaan sakit hati menjalar ke seluruh tubuhku.

Sebenarnya aku tak ingin ikut campur dalam kerja sama ini, tapi Jessica sempat bilang di depan suamiku, “Investor itu sangat suka lukisan kakak ipar."

Karena itulah, Michael memaksaku untuk datang.

Seolah sudah menjadi kebiasaan, aku reflek mencari sosok Jessica di sekitar.

Takut dia tiba-tiba muncul dan mempermalukanku lagi, tapi di dalam mobil memang tidak ada orang lain.

Namun, di leher Michael masih tertinggal bekas cakaran yang masih baru.

Menyadari aku menatap lehernya tanpa berkedip, suamiku seolah teringat sesuatu. Dia reflek menarik kerah bajunya ke atas.

Dulu, aku pasti akan bertanya dengan histeris, tapi jawabannya selalu sama.

[Hana, sebagai kakak ipar, kamu harus lebih murah hati. Jangan selalu perhitungan dengan adik sendiri.]

Michael selalu bilang menganggapnya adik, tapi sejak Jessica muncul tiga tahun lalu, hubungan kami tak pernah sama lagi.

Jessica selalu menjadi sosok yang lebih intim dari diriku, istrinya sendiri.
Expandir
Siguiente capítulo
Descargar

Último capítulo

Más capítulos

A los lectores

Selamat datang di dunia fiksi kami - Goodnovel. Jika Anda menyukai novel ini untuk menjelajahi dunia, menjadi penulis novel asli online untuk menambah penghasilan, bergabung dengan kami. Anda dapat membaca atau membuat berbagai jenis buku, seperti novel roman, bacaan epik, novel manusia serigala, novel fantasi, novel sejarah dan sebagainya yang berkualitas tinggi. Jika Anda seorang penulis, maka akan memperoleh banyak inspirasi untuk membuat karya yang lebih baik. Terlebih lagi, karya Anda menjadi lebih menarik dan disukai pembaca.

Sin comentarios
10 Capítulos
Explora y lee buenas novelas gratis
Acceso gratuito a una gran cantidad de buenas novelas en la app GoodNovel. Descarga los libros que te gusten y léelos donde y cuando quieras.
Lee libros gratis en la app
ESCANEA EL CÓDIGO PARA LEER EN LA APP
DMCA.com Protection Status