Filter By
Updating status
AllOngoingCompleted
Sort By
AllPopularRecommendationRatesUpdated
Wanita Pecandu Luka

Wanita Pecandu Luka

Di salah satu meja yang ada di sudut lantai satu Stars Peach Cafe, seorang pria bertopi oranye dan bermasker duckbill putih dengan pakaian kemeja putih tulangnya duduk membelakangi pengunjung dan panggung kafe. Jika sekilas melihatnya, maka akan terbesit di dalam pikiran bahwa pria bertubuh cukup atletis itu adalah seorang pujangga yang sedang patah hati. Ia hanya duduk dengan kepala menunduk dan mata yang berselancar pada layar ponselnya. Tampak foto wanita pemilik Stars Peach Cafe yang tengah berpose dengan elegan di layar ponselnya itu.
103.5K viewsOngoingAdded to Library 102 Times as mental pecundang
Read
+Library
Istri Mungil Dosen Tengil

Istri Mungil Dosen Tengil

Mereka sudah berada di warung lalapan langganan sewaktu kuliah dulu. “Lo….” “Rindu. Tarik nafas. Tahan. Buang. Ingat, Pandu itu adalah spesies paling aneh yang hidup di abad modern seperti ini. Sebagai manusia teladan, lo harus menahan diri, okay?” Miquel menahan tangan Rindu agar tidak beranjak pergi dan menghajar Pandu. Mereka ini sedang di tempat umum. Di tempat makan pula. Jadi orang-orang pasti akan memarahi mereka jika berbuat onar.
1025.0K viewsCompletedAdded to Library 725 Times as mental pecundang
Read
+Library
Si Pecundang Pemilik Api Abadi

Si Pecundang Pemilik Api Abadi

[1500 gold coin] Ding pencarian cepat!! •[500 gold coin] penafsir mimpi. •[800 gold coin] perasuk mimpi. •[1500 gold coin] pencipta mimpi. "sistem, bukannya ini udah jelas, trik sistem selalu merampok gold coinku!!" perasuk mimpi... dapat merasuk kedalam mimpi seseorang! dan mengganggu mereka memberikan kesenangan yang tiada akhir!
102.5K viewsCompletedAdded to Library 81 Times as mental pecundang
Read
+Library
Janda Muda

Janda Muda

*** Sayang : 08572*579*00 "Sayang.. aku sudah dapat uang dari ibu buat beli tespek. Besok kita bolos aja ya. Aku tunggu ujung jalan sebelum belokan sekolah ya" Aku mewhatsapp Rinda, mengabari kalau besok lebih baik kita bolos sekolah saja. 30 menit sudah ku tunggu balasan darinya tapi tak kunjung ada. Aku mencoba meminta bantuan kepada sahabatku, Rio. Karena aku tau dia adalah seorang playboy dan sudah sering keluar masuk club malam, karena memang ayahnya pemilik sebuah club malam yang cukup terkenal di Bandung. Aku yakin kalau dia bisa dimintai bantuan untuk mencari solusi dengan kemungkinan buruk yang akan terjadi.
108.6K viewsOngoingAdded to Library 283 Times as mental pecundang
Read
+Library
DANURWENDA - Rahasia Putri Senapati

DANURWENDA - Rahasia Putri Senapati

Dia dijuluki Si Pecut Guludug. Danurwenda tahu dua pendekar ini mengincar dirinya demi bayaran tinggi. "Menyerah baik-baik saja. Agar kami tidak banyak keluar tenaga!" kata Pendekar Tongkat Merah. "Enak saja, harus bekerja dulu biar setimpal dengan upahnya!" hardik Danurwenda. "Huh, jumawa!" maki Si Pecut Guludug. "Kalian berdua yang mengambil resiko besar, apa itu juga bukan sombong?" balas Danurwenda dengan menyeringai yang membuat kedua orang di depannya naik pitam.
9.932.4K viewsCompletedAdded to Library 1.2K Times as mental pecundang
Read
+Library
Di Dalam Tubuh Menantu Pecundang

Di Dalam Tubuh Menantu Pecundang

Tidak seperti cincin ini, yang mungkin harganya tidak lebih dari dua juta. “Cepat bangun! Kamu pikir saya gak ada kerjaan lain selain ngurusin menantu gak guna kayak kamu?” “Menantu? Apa bapak salah orang? Saya bukan menantu bapak,” Dimas meraba wajahnya. Ia kembali dibuat heran dengan fisiknya yang terasa berbeda. “Apa kamu bilang? Berani kamu sama saya, huh? Kamu pikir kamu itu siapa?” Lelaki asing itu berkacak pinggang. Ia semakin emosi sampai berteriak memanggil seseorang.
103.6K viewsOngoingAdded to Library 110 Times as mental pecundang
Read
+Library
Balada Asmara Biduan Dangdut

Balada Asmara Biduan Dangdut

Tapi ternyata dia… “Cucok deh! W*, tu, tri. W*h udah komplit aja nih ya personilnya. Tiga orang. Yang itu mechong pula!” Dia membuka kaca mata hitamnya lalu mengedip-ngedipkan mata kepadaku. Aku membelalak. “Mechong?” “Ember. Mechong itu Macho! Begindang maksudnya.” “Ah kamu ini. Kita udah nungguin dari tadi lho. Tak pikir nggak jadi.” Kang Bambang membuka suara.
1010.3K viewsCompletedAdded to Library 307 Times as mental pecundang
Show Reviews (13)
Read
+Library
Haras
Hallo semua, saya mulai aktif untuk melanjutkan cerita ini lagi ya. Mohon maaf kemarin sempat berhenti sebab ada kerjaan di luat. Tapi sekarang saya sedang dalam fase alih profesi untuk menjadi fulltime writer. Jadi mohon dukungan dari teman-teman semua. Terima kasih Semoga terhibur & sehat selalu.
liza sarah
cerita yg unik. gk tau kisah nyata ato gk, tp ngalir alami gt jln ceritanya. gk bnyk2 drama buatan buat seru cerita. sukaaaaak.... lucu, seger ceritanya. pesan moralnya jg dpt. ya ampuuuun setelah tamat ceritanya br berasa kehilangan. keren lah, gk bosen bacanya.
Read All Reviews
Cindaku Sang Penguasa

Cindaku Sang Penguasa

ucap Kai sambil menundukkan kepalanya. "Sama-sama," jawab si orang asing seraya tersenyum simpul. Kai terlihat ragu-ragu, namun ia sengaja memberanikan diri untuk bertanya, "kalau boleh tahu, apa yang terjadi pada teman kami ini?" "Pamacan. Sejenis ilmu turun temurun, dia belum bisa mengendalikan ilmu yang ditinggalkan orang tuanya itu. Maka terjadilah bentrok dalam dirinya, kesadarannya hampir diambil," jelasnya lagi.
1019.5K viewsOn holdAdded to Library 682 Times as mental pecundang
Read
+Library
Sistem Sakti Pendekar Menara Nirwana

Sistem Sakti Pendekar Menara Nirwana

ujar pendekar yang mengenakan cadar. Rekannya yang berambut panjang dan menggunakan baju lapangan menambahkan. “Kami akan mendapatkan Inti Hati Spirit Mechanima itu dari kamu!” “Kau hanya cari mati, Tuan Pedagang Bakmi. Sekarang kamu akan merasakan kekuatan kami yang sebenarnya!” kata pnedekar Persekutuan Bayangan Kelam yang satu lagi.
9.955.8K viewsCompletedAdded to Library 1.9K Times as mental pecundang
Read
+Library
BUKAN ISTRI LEMAH

BUKAN ISTRI LEMAH

ucapku pada penjual pecel yang sedang melayani pembeli yang lainnya. “Nunggu ya, Bu.” Setelah aku mengatakan hal itu, ia pun kembali melayani pembeli yang lainnya. “Semuanya lima belas ribu!” Aku mengeluarkan uang lima puluh ribuan untuk membayar. Awalnya aku gak ngeh, tapi begitu wajah itu mendongak, membuatku terkejut. Rupanya yang sedang berjualan pecel adalah ibu mertuaku. Ya, aku masih belum bercerai dengan suamiku sehingga wanita ini masih kupanggil dengan panggilan mertua.
102.3K viewsOngoingAdded to Library 81 Times as mental pecundang
Read
+Library
PREV
123456
...
10
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status