Tuan Muda
"Jika saja, kamu menerima pertunangan itu dengan lapang dada, demi sebuah balas jasa pada Ayahmu. Maka semua ini, tidak akan pernah terjadi, Aluna. Tapi sayangnya, kamu begitu bodoh dan ceroboh."
"Nyonya, maaf." Alendra datang mendekat. Merlin menatap sengit ke arah Alendra.
"Kita semua sedang berduka. Ada baiknya, kita tidak mengacaukan pemakaman ini."
"Siapa kamu, berani mengatur-atur saya?" Merlin menatap tajam ke arah Alendra.
"Saya Alendra, kepala keamanan Tuan Welas."
"Cih. Hanya seorang babu." Merlin menatap rendah dan remeh pada Alendra.