Suamiku idaman istri orang dan JANDA
Ia merogoh tasnya, lalu mengeluarkan dua lembar uang merah, menyodorkannya dengan gaya genit.
"Makasih ya, Mas Revan…"
Revan menerima tanpa ekspresi, hanya mengangguk singkat, lalu segera memutar gas untuk pergi dari situ. Ia ingin menjauh secepat mungkin dari situasi yang membuatnya tidak nyaman.
Sementara Lita hanya berdiri di depan kantor, menatap motor yang menjauh. Senyumnya tipis, penuh arti, seakan ia baru saja menemukan permainan baru yang menantang.