Filter dengan
Status pembaruan
SemuaSedang berlangsungSelesai
Sortir dengan
SemuaPopulerRekomendasiRatingDiperbarui
Hasrat Terlarang Sang Ipar

Hasrat Terlarang Sang Ipar

Aku memejamkan mata menikmati setiap jilatan Revan. Revan kemudian menghentikan jilatannya itu dan kemudian dia kembali mencium bibirku. Setelah itu Revan berdiri dan terlihatlah burungnya yang sudah membesar dan mengacung tegang itu. Burung Revan sangatlah lucu. Dengan kepala yang lebih besar dan batang yang sedikit kecil serta berwarna pink kemerah - merahan. Aku langsung memasukan batang kejantanan Revan itu ke dalam mulutku. Tidak itu saja, aku mejilati dari pangkal hingga kepala senjata Revan itu. "Ouhh enak El! Jilatanmu enak sekali!" Desah Revan.
10102.5K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 3.6K kali sebagai mobile sakura bang bang revan games
Baca
+Pustaka
Terpaksa Menikahi Putri Mafia

Terpaksa Menikahi Putri Mafia

Ia maju untuk menyerang Sabia tapi Revan sudah siap memasang badan di depan Sabia. "Minggir!" BBUGGGHH!!! BBBBBRRRAAKKKKK!!! Revan pun sekejap sudah terkapar di tanah setelah menerima tendangan Bella yang telak menghantam kepalanya. DDUUAAAAAKKKK!!! Bella kemudian menendang dada Sabia hingga wanita itu terjengkang ke belakang. Tubuh Sabia melayang menuju danau. Grep!
104.7K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 174 kali sebagai mobile sakura bang bang revan games
Baca
+Pustaka
Bukan Istri Pengganti Yang Sebenarnya

Bukan Istri Pengganti Yang Sebenarnya

Sapa Revan saat panggilannya di terima oleh Alora, dan reflek Chakra menoleh saat mendengar panggilan seseorang yang sudah lama tidak ia dengar. "Sepertinya kita harus melakukan panggilan video Ra, biar aku bisa tahu produk yang kamu maksud." Saran Revan saat ia telah menawarkan Alora ingin menitip, dan Alora mengiyakan namun Revan tidak familiar dengan produk yang Alora mau. Setelah panggilan di alihkan ke video call, tampak senyuman lebar Alora menghiasi hampir seluruh layar ponsel membuat Revan juga ikut tersenyum.
2.8K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 55 kali sebagai mobile sakura bang bang revan games
Baca
+Pustaka
Anara

Anara

Bara mengambil motornya dan mengucapkan terima kasih, setelah memberi selembar uang berwarna biru, yang diterima dengan suka cita oleh pemilik warung. Di tengah perjalanan, cowok itu merasakan ponselnya bergetar. Dia lalu menghentikan laju motor, dan mengambil ponsel dari saku jaket. Mengusap layar, dan melihat notifikasi di layar. Sebuah pesan dari Anara. [Gue udah letakin tasnya di tempat yang mereka inginkan] [Sekarang lo pulang! Tunggu gua dirumah, cepat!]
9.92.9K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 58 kali sebagai mobile sakura bang bang revan games
Baca
+Pustaka
RETAK

RETAK

Lalu Sebastian pamit setelah menaruh lima lembar uang merah di atas meja. Vitaloka menatap punggung atletis Sebastian yang menjauh hingga keluar dari kafe. Membuka layar gawai, menatap foto yang tadi dia kirim. Entah mengapa gaya rambut dan warna rambut perempuan itu sangat mirip dengan orang yang selalu memberi kata-kata semangat dan ucapan berupa godaan untuknya serta Sebastian. "Kenapa aku merasa perempuan ini mirip dengan Nesya adikku?"
103.5K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 76 kali sebagai mobile sakura bang bang revan games
Baca
+Pustaka
STARMOON

STARMOON

Belaya Bashnya, Moskwa Althaphan (alan) Melihat kebersamaan dua sejoli yang saling berpelukan dengan darah kini membuat hati alan tersayat cukup dalam, pasalnya ia merelakan cintanya hilang hanya karena ketakutan akan penolakan dan perlakuan dosanya, ia sangat merindukan tsar tampannya yang selalu melukis wajah manis alan saat ia tersenyum dengan lesung pipi khasnya, apakah aku harus kembali memperjuangkan cintaku Bersama tsar louis lagi? Apa aku bisa? , Kebimbangan menghampirinya kini, ia masuk kedalam kamar dan merebahkan diri berharap bisa melupakan louis dalam semalam, namun dipagi harinya yang ia ingat adalah louis yang menciumi bibirnya lembut, mimpi itu indah sekali, bisakah ia menjad
103.1K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 72 kali sebagai mobile sakura bang bang revan games
Baca
+Pustaka
Bukan Untuk Dicintai

Bukan Untuk Dicintai

Nihil. “Sama sekali tidak diangkat,” katanya, suara khawatir semakin jelas. “Ada nomor Revan?” “Ada.” Tak berselang lama, Serena menghubungi Revan. Setelah beberapa dering, suara pria itu terdengar di seberang. “Halo?” Arga mengisyaratkan Serena memberikan ponselnya. Serena menyerahkannya tanpa ragu. Di saat seperti ini, ia percaya sepenuhnya pada Arga.
578 DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 13 kali sebagai mobile sakura bang bang revan games
Baca
+Pustaka
Tiba-tiba Menikah Dengan Mantan

Tiba-tiba Menikah Dengan Mantan

Ia menulis pesan: “Aku mimpi buruk. Mimpi kamu nggak pulang. Tapi aku tahu kamu pasti pulang. Karena aku... terlalu mencintaimu untuk kehilangan kamu lagi.” Pagi hari, ponsel Anaya berbunyi. Tapi bukan panggilan video. Melainkan… Notifikasi pengiriman. “Paket tiba dari Tokyo.” Beberapa menit kemudian, kurir datang ke rumah membawa kotak kayu berisi bunga kering sakura, dan sepucuk surat dari Revan.
2.0K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 57 kali sebagai mobile sakura bang bang revan games
Baca
+Pustaka
Putra Hartawan dari Rahim Perawan

Putra Hartawan dari Rahim Perawan

Berkali-kali ia mengumpat karena sikapnya yang terlampau kasar pada gadis itu. Berjalan ke dalam kamar, Mr Revan lalu mengambil ponsel pintar keluaran terbaru yang harganya bisa untuk membeli satu buah motor Nyimax itu. Lalu membuka aplikasi hijau berharap ada pesan masuk dari sang asisten. Nihil. Hanya ada beberapa pesan dari klien dan beberapa panggilan dari manager keuangan. "Haruskah aku minta maaf padanya?" tanya Mr Revan pada dirinya sendiri.
1053.4K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 1.7K kali sebagai mobile sakura bang bang revan games
Baca
+Pustaka
Warisan Terlarang: Kontrak Darah 90 Hari

Warisan Terlarang: Kontrak Darah 90 Hari

“Nggak. Aku nggak mau kehilangan orang lagi. Aku nggak mau Naira jadi yang terakhir.” Revan tersenyum samar. “Kalau giliranku jadi kunci… aku siap.” Sosok-sosok itu semakin dekat. Revan berdiri di tengah koridor, mengangkat keris tinggi-tinggi. Bilahnya berubah merah. “Kalian mau mimpi?” katanya pelan. “Ambil punyaku.” Tubuhnya mulai bercahaya. Kirana berteriak. “Revan! Jangan!”
101.4K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 28 kali sebagai mobile sakura bang bang revan games
Baca
+Pustaka
Sebelumnya
1
...
45678
...
10
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status