Pustaka
Filter dengan
Status pembaruan
SemuaSedang berlangsungSelesai
Sortir dengan
SemuaPopulerRekomendasiRatingDiperbarui
CEO Yang Hilang Ingatan

CEO Yang Hilang Ingatan

Bersamaan aku dan Wulan saling bertanya. "Apa yang kalian cari?" Mama terlihat bingung dan penasaran pada tingkahku dan Wulan. "Kata Om Adiguna tadi, mama menyelipkan kartu nama itu di dalam buku diary di dalam lemari baju mama." Mama terdiam. Kedua alis di wajahnya mengernyit, ia terlihat berpikir dengan keras. "15 tahun yang lalu, ini bukan kamar tidur mama. Saat itu mama masih sekamar dengan papamu."
1033.1K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 793 kali sebagai mom's diary
Baca
+Pustaka
Perfect Mommy

Perfect Mommy

Mengendarai satu mobil untuk menuju ke pengadilan. “Kalian sudah akan berangkat?” Suara seseorang terdengar. Mereka semua melihat Mommy Shealah yang bicara. “Iya, kami akan pergi. Mommy mau ke mana?” tanya El yang melihat orang tuanya sudah tampak rapi pagi-pagi. “Ke pengadilan,” jawab Mommy Shea. “Mommy mau cerai juga?” El begitu terkejut dengan jawaban mommy-nya. Takut hal itu terjadi pada keluarganya.
9.872.6K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 2.2K kali sebagai mom's diary
Baca
+Pustaka
DIARY SKIZO

DIARY SKIZO

Apalagi ini terjadi di saat kondisinya sudah mendekati stabil. *** Usai acara sore itu, Mama pamit pulang setelah meninggalkan sebuah buku nota kontan milik Mas Ichsan. Akan tetapi tulisan-tulisan di dalamnya berisi berbagai macam curhatan dengan tulisan tak beraturan tentang keseharian suamiku. Kata Mama, seminggu terakhir ini Mas Ichsan memang sering menulis dan mencorat-coret di sembarang kertas. _____________________
106.2K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 197 kali sebagai mom's diary
Baca
+Pustaka
A Wife's Diary

A Wife's Diary

ucap Mas pagi lirik menahan tangis yang mungkin sudah biasakan di dalam dadanya. Aku kembali menunduk dalam semua yang terjadi serasa menjadi salahku. Akibat keegoisan ku yang memutuskan untuk pergi berlibur. Mungkin tragedi mobil mogok Zidane saat kami hendak pergi ke pantai adalah peringatan dari ibu agar aku tidak pergi. Namun aku tidak mengerti dan mengabaikannya kami tetap pergi tanpa berpikiran hal buruk yang akan terjadi kepada ibu mertuaku.
7.712.6K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 303 kali sebagai mom's diary
Baca
+Pustaka
Diary

Diary

Bukan karena sebuah Diary dirinya bisa seperti sekarang, tapi karena Diary lah yang menjadi jembatan dirinya menuju kebahagiaan. Sebuah Diary lusuh berwarna pink yang sudah menguning. Author menuliskan satu kalimat diakhir lembar Diary. "Aku tidak akan menyebut Lisa sebagai wanita paling beruntung didunia, tapi aku akan menyebutnya sebagai Lisa si Cinderella dalam Diary." End. ***************************** "Juna?" Seorang wanita masuk dengan membawa anak perempuan. "Apa Juna disini?" Semua orang terdiam, mata mereka tertuju pada dua perempuan yang berdiri di ambang pintu dengan dua penjaga rumah Raffa di belakangnya.
1011.1K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 376 kali sebagai mom's diary
Tampilkan Ulasan (25)
Baca
+Pustaka
Buah_Kaktus
ih, bagus banget narasinya Dek... menjiwai kali, aku ampe kagum.. bener loh, aku gk boong.. jangan2 yg nemuin diary si cogan itu 😍😍 uwuu.... gk papa sekali2 mampir kafe biar agk gaul dikit 😁😁 semangat thor... rocomended dah 👍🏻👍🏻👍🏻
malapalas
BACA novel berjudul :FREL. Banyak kejutan di dalamnya. Selain tentang cinta segitiga yang bikin baper, gemes dibumbui humor dan mengharubirukan, kalian akan disuguhi dg persahabatan, keluarga, luka dan rahasia di masa lalu orangtua yang akan membuat cerita lebih seru dan menjungkirbalikkan perasaan.
Baca Semua Ulasan
Istri Pilihan Mama

Istri Pilihan Mama

Netra hitamnya seolah menembus ke dalam relung hati sang ibu yang masih lemah. "Apa kamu bisa menuruti keinginan Mama? Tak pernah sekali pun Mama meminta sesuatu hal padamu. Apakah kamu mau melakukan itu?" tanya Mona dengan senyum tipis di wajahnya. "Apa itu, Ma? Katakan padaku!" desak Arsaka sambil menggenggam erat jemari sang ibu. ***
9.833.4K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 801 kali sebagai mom's diary
Baca
+Pustaka
Cinta Berengseklicious

Cinta Berengseklicious

" kata Mitha sambil melempar diary pink itu di atas kasurnya. Ia tak jadi membuka diary itu. Lalu ia duduk di tepi kasurnya. Besok ia berniat untuk mengembalikan diary itu kepada Rissa. Ditimang-timangnya diary itu lagi sambil duduk di kursi malasnya. Kini diary pink itu berada di atas meja. Dilihatnya lagi diary itu. "Eh, apaan nih? Nyelip begini. Hampir jatuh tuh." tanya Mitha pada dirinya sendiri sambil berniat merapikan apa yang terselip di balik diary yang terkait dengan karet itu. Akhirnya ia membuka diary itu untuk merapikan apa yang hampir jatuh. Halaman pertama diary itu berisikan nama pemilik "Claudya Nikita Rissa", tetapi tidak ada nomor hapenya.
109.7K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 251 kali sebagai mom's diary
Baca
+Pustaka
Jodoh di Tangan Mama

Jodoh di Tangan Mama

Di hadapannya, ada sang mama yang tengah menatapnya dengan penuh selidik. Hari ini Padma memang memang mengajaknya makan siang bersama, kebetulan ayahnya tengah ada meeting dengan orang lain sehingga hanya mereka berdua yang bisa. Ta Wan Plaza Senayan di siang hari itu cukup ramai, sesekali Asa menangkap tatapan kagum orang-orang yang ia pikir pastilah tertuju pada mamanya. Meski sudah memiliki tiga anak dan usianya tak lagi muda, aura mamanya yang kuat serta kecantikannya yang tak memudar masih mampu membuat orang lain menoleh dua kali.
5.0K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 125 kali sebagai mom's diary
Baca
+Pustaka
KEMERDEKAAN UNTUK GIANDRA

KEMERDEKAAN UNTUK GIANDRA

Dibaca lah buku diary milik Giandra tanpa izin Giandra. Ada delapan tumpukan buku diary yang telah usang milik Giandra. Adzana mulai membuka buku diary Giandra yang pertama. Diary itu pada halaman pertama tertulis masa esdeh ku yang bahagia. Halaman berikutnya Adzana mulai membaca nya.
102.8K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 63 kali sebagai mom's diary
Baca
+Pustaka
Mama Muda

Mama Muda

Naomi memandangi mama mertuanya dari atas hingga bawah, barangkali saja dia cuma sedang bermimpi. "Dear, kamu sudah baik-baik saja? Duh, mama khawatir banget pas baca berita online itu. Makanya, mama langsung telepon Adrian." Mama Nawang memeriksa setiap inci tubuh Naomi, karena itu pula Naomi yakin kalau dia tidak sedang bermimpi. Mama Nawang memang ada di hadapannya saat ini. Seketika itu juga, Naomi menghambur memeluk mama mertuanya.
1023.4K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 865 kali sebagai mom's diary
Baca
+Pustaka
Sebelumnya
123456
...
10
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status