Hayu
Bau wangi pandan menguar di sekelilingnya, perut Candra mendadak ingin di idi juga.
“Yu, perutku menginginkan apa yang kamu makan, boleh aku meminta kamu menyuapiku, sekarang? Lampu sudah hijau dan aku harus berkonsentrasi pada jalanan,” pintanya pada Hayu.
“Tapi aku takut kelapa ini mengotori outfit yang sudah Bapak kenakan, aku suapi yang lain saja, mau? Yang sekiranya aman dan juga enak.”
Candra tentu saja menjawabnya dengan anggukan kepala yang kecepatannya melebihi kecepatan pesawat di angkasa sana. Dia pintar mengambil kesempatan saat Hayu lengah.
Hot Chapters